Berita

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Rep

Politik

Bicara Konflik Iran-Israel

SBY Endus Ada Pihak yang Tak Ingin Timur Tengah Damai

SELASA, 17 JUNI 2025 | 00:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angkat bicara mengenai eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang belakangan kembali memanas. 

Menurutnya, konflik di Timur Tengah semakin kompleks dan tidak semata-mata melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.

“Kadang-kadang situasinya berkembang, lebih menambah kompleksitas lagi permasalahannya. Kalau dulu lebih mudah ditengarai negara-negara Arab melawan Israel. Sekarang sudah berubah dan sepertinya anatomi konflik pun turut berubah,” kata SBY dalam acara “Spesial Interview SBY: Konflik Iran-Israel, Ancaman Global, dan Harapan Perdamaian” dikutip Senin malam 16 Juni 2025. 


Menurut mantan Kasospol ABRI itu, keterlibatan negara-negara luar kawasan seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Turki turut memperumit dinamika yang terjadi. Ia menilai setiap kali ada peluang tercapainya gencatan senjata di Gaza, selalu saja gagal terealisasi.

“Oleh karena itu saya juga tidak terlalu heran, kalau sepertinya sudah di depan mata ada prakarsa yang bagus untuk gencatan senjata di jalur Gaza, hampir terwujud, tidak jadi. Jalan sudah mulai ada saling membebaskan sandera masing-masing, terhenti lagi,” ujarnya.

SBY pun menduga ada pihak-pihak yang memang tidak menginginkan perdamaian di kawasan tersebut. Menurutnya, konflik terus dipelihara karena ada kepentingan yang mendukung salah satu pihak, baik Israel maupun kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah.

“Saya akhirnya menyadari bahwa memang ada pihak-pihak yang tidak ingin Timur Tengah itu damai dalam arti status quo. Tetap saja ada yang menginginkan Israel lah yang didukung. Atau sebaliknya, Palestina, Hamas, Hizbullah yang didukung,” ungkap SBY.

Di sisi lain, SBY juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam konflik ini. Ia menyatakan bahwa Dewan Keamanan PBB, yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan resolusi enforceable, sejauh ini belum efektif menegakkan keputusan-keputusannya.

“Sebetulnya the power of perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ini pada Dewan Keamanan PBB. Dialah yang bisa mengeluarkan resolusi yang mesti ditepati oleh semua negara anggota PBB, istilahnya enforceable. Tetapi dalam praktek Dewan Keamanan pun juga gagal untuk mengeluarkan resolusi yang enforceable dan ditaati oleh pihak-pihak yang ada di depan, termasuk oleh Israel,” sesalnya.

Meski demikian, SBY tetap meyakini bahwa peluang perdamaian masih terbuka. Ia mengajak semua pihak untuk tidak menyerah dalam mencari solusi demi menghentikan penderitaan manusia yang terus berlangsung.

“Saya sebagai former world leader juga berharap tetap masih ada solusi. Tetap masih ada window of opportunity. Yang penting jangan menyerah, jangan give up,” jelasnya.

“Bisa dibayangkan, setiap hari puluhan, ratusan manusia yang tidak berdosa, the innocent people. Sekarang 50 ribu lebih sejak konflik terakhir ini. Kemudian extreme human suffering, penderitaan manusia yang luar biasa,” sambung dia. 

Lebih lanjut, jebolan AKABRI 1973 ini menegaskan bahwa meskipun permusuhan sangat dalam dan destruktif, upaya untuk mencegah kerusakan dan membangun kembali harus terus dilakukan dengan kegigihan menuju perdamaian.

“So, seberat apapun, serumit apapun, tetap harus dicari. Saya tahu tidak mudah. Karena permusuhan sangat dalam dan pada posisi ingin saling menghancurkan. Sehingga kegigihan mereka untuk merusak harus kita hadapi dengan kegigihan kita. Untuk mencegah kerusakan dan membangun kembali,” pungkas SBY.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya