Berita

Tangkapan layar Google earth/Ist

Politik

Prof TB Massa Djafar:

Pemindahan Empat Pulau Picu Konflik Horizontal

SENIN, 16 JUNI 2025 | 11:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kritik tajam dilontarkan pengamat politik Universitas Nasional (Unas), Prof TB Massa Djafar, terkait keputusan Mendagri Tito Karnavian yang memindahkan administrasi empat pulau dari Provinsi Aceh ke Provinsi Sumatera Utara.

Putra asli Aceh itu menilai, kebijakan ini tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga membuka potensi konflik horizontal dan mengancam persatuan bangsa.

“Ada satu analisis, apakah kebijakan ini ingin membangun konflik horizontal antara masyarakat Aceh dengan Sumatera Utara? Karena sejarah dulu pernah luka. Ini seperti sedang dimainkan dan bisa berujung pada ketidakstabilan,” ujar Prof TB Massa Djafar lewat kanal YouTube Jurnal Politik TV, Senin 16 Juni 2025.


Empat pulau yang dipindahkan adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek.

Sejak Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138/2025 diumumkan, gelombang penolakan muncul dari berbagai tokoh dan masyarakat Aceh yang merasa dilangkahi secara sepihak.

Prof TB Massa memperingatkan bahwa keputusan seperti ini sangat berisiko menimbulkan dampak serius bagi keutuhan nasional.

“Paling berisiko, kebijakan ini bisa menjadi ancaman disintegrasi,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan motif ekonomi dan politik di balik keputusan tersebut. Ia menduga adanya aktor-aktor oligarki yang hendak menguasai sumber daya alam migas di wilayah itu.

“Ini bentuk neokolonialisme, kolonialisme baru yang terus merampas kekayaan republik, sementara rakyat makin miskin,” pungkasnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya