Berita

ILustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Dipicu Aksi Jual, Bitcoin Terancam Anjlok

SABTU, 14 JUNI 2025 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin (BTC) dibanderol 105.391 Dolar AS pada Sabtu 14 Juni 2025, setelah sempat turun ke level di bawah 105.000 Dolar AS menyusul serangan militer Israel ke Iran.

Ledakan besar dilaporkan terjadi di Teheran pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 waktu setempat, dan Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Tak lama kemudian, harga Bitcoin langsung turun drastis hingga menyentuh 102.953 Dolar AS. 

Banyak investor khawatir Bitcoin bisa jatuh lebih dalam, bahkan menembus batas psikologis 100.000 Dolar AS - meski akhirnya itu tidak terjadi.


Menurut analis dari CryptoQuant, Amr Taha, penurunan harga ini kemungkinan adalah efek dari aksi jual panik akibat konflik tersebut. Ia menyebut kondisi ini bisa menjadi “kapitulasi”, yaitu saat banyak investor menyerah dan menjual aset mereka, yang biasanya jadi sinyal harga akan segera pulih jika situasi pasar membaik.

“Sejarah menunjukkan, ketika aksi jual mencapai ekstrem tertentu (lebih dari 160 juta dolar dijual), itu sering menandai titik terendah jangka pendek,” kata Taha, dikutip dari media kripto CCN.

Namun, meski ada kemungkinan Bitcoin mulai stabil, data dari transaksi on-chain menunjukkan belum ada sinyal kuat untuk pemulihan cepat. Indikator rasio beli/jual di bursa menunjukkan angka 0,96 - di bawah batas ideal 1. Artinya, saat ini jumlah penjual masih lebih besar daripada pembeli.

Kalau tren ini terus berlanjut, harga Bitcoin bisa tetap lemah dan berisiko turun lagi, bahkan di bawah 100.000 Dolar AS dalam waktu dekat.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya