Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah depan) saat melepas buruh terdampak PHK kembali bekerja di tempat baru di Mabes Polri Jakarta. Foto: Bonfilio Putra/RMOL.

Presisi

Kapolri Enggan Komentar Anggaran Dipotong Demi Gaji Hakim: Susah Jawabnya

KAMIS, 12 JUNI 2025 | 21:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo enggan berkomentar banyak saat wartawan melontarkan pertanyaan seputar rencana Presiden Prabowo Subianto yang mempertimbangkan untuk memotong anggaran TNI dan Polri untuk menaikkan gaji hakim.

Sigit hanya tersenyum lebar mendengar rencana yang baru disampaikan Presiden Prabowo tadi pagi.

"Ini susah jawabnya," kata Sigit sambil tersenyum. 


Pertanyaan dilontarkan wartawan saat sesi tanya jawab dengan Kapolri Sigit saat prosesi pelepasan buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali bekerja di tempat baru di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis sore, 12 Juni 2025. Agenda tersebut merupakan bagian dari langkah Polri dalam penyelesaian masalah buruh.

Sigit berada di atas panggung acara ditemani Ketua KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden Serikat Buruh Said Iqbal, dan Kabareskrim Komjen Wahyu Widada. 

Merespons pertanyaan itu Sigit sempat menoleh pada para pendampingnya sambil tersenyum.

"Bercanda itu," Sigit menambahkan sambil tetap tersenyum turun dari panggung dan masuk ke dalam Mabes Polri menyudahi tanya jawab.

Diketahui, Presiden Prabowo siap memotong anggaran TNI dan Polri demi menaikkan gaji hakim yang diumumkannya dalam acara pengukuhan calon hakim di Mahkamah Agung (MA).

Prabowo menjelaskan niatna untuk menaikkan gaji adalah untuk menyejahterakan para hakim.

"Kalau perlu anggaran lain saya kurangi di sini, di sini ada Panglima TNI dan ada Kapolri, kalau perlu anggaran TNI dan Kapolri saya kurangi," kata Prabowo.

Jauh sebelum Prabowo menyampaikan rencana memotong anggaran Polri untuk gaji hakim, anggaran korps Bhayangkara juga telah mengalami pemangkasan. Diketahui, Polri terkena pemangkasan anggaran tahun 2025 sebesar Rp 20.589.400.000.000 atau Rp 20,58 triliun, setara 16,26 persen dari anggaran yang telah disetujui sebelumnya.

Postur anggaran Polri sesuai Surat Menteri Keuangan 2025 mulanya sebesar Rp 126,62 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai sebesar Rp 59,44 triliun atau 46,95 persen, belanja barang sebesar 26,91 persen atau senilai Rp 34,07 triliun, dan belanja modal 26,14 persen atau sebesar Rp 33,09 triliun.

Namun Setelah kena pangkas, alokasi belanja barang menjadi Rp 6,68 triliun atau sebesar 19,62 persen dari pagu awal. Sedangkan untuk belanja modal menjadi Rp 13,9 trilun atau sebesar 42 persen dari pagu awal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya