Berita

Hariff Defense dan Naval Group sepakat bekerja sama dalam mendukung pertahanan Indonesia/Istimewa

Pertahanan

Hariff Defense dan Naval Group Teken MoU Kerja Sama Strategis Dukung Pertahanan Indonesia

KAMIS, 12 JUNI 2025 | 19:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ajang pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara, Indo Defence 2025, yang digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta, 11-14 Juni 2025, menjadi momen spesial bagi PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense). 

Perusahaan teknologi pertahanan swasta nasional itu menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Naval Group, perusahaan pertahanan maritim asal Prancis dan produsen kapal selam ternama, Scorpene.

MoU ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama strategis dalam mendukung pertahanan di Indonesia. 


Penandatanganan MoU yang dilaksanakan di booth Naval Group, Kamis 12 Juni 2025, menjadi langkah awal dari sinergi yang lebih erat antara kedua perusahaan dalam mendukung penguatan kedaulatan maritim Indonesia melalui kolaborasi teknologi dan industrialisasi lokal di masa mendatang.

Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama strategis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Prancis di bidang pertahanan.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami terhadap pertahanan nasional dan kesiapan industri dalam negeri untuk berperan aktif dalam proyek besar seperti Scorpene," ujar President Director PT Hariff Dipa Persada, Adi Nugroho, dalam keterangannya, Kamis 12 Juni 2025.

"Kami menyambut baik semangat kolaboratif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas Indonesia di bidang pertahanan laut,” sambungnya.

MoU ini sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama di berbagai bidang seperti komunikasi taktis, sistem kontrol, integrasi teknologi, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia melalui alih teknologi dan pelatihan.

Dengan semangat kemitraan dan komitmen jangka panjang, PT Hariff Dipa Persada dan Naval Group siap berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya