Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung/Istimewa

Politik

Jakarta Diklaim Contoh Terbaik Hilirisasi Pangan

RABU, 11 JUNI 2025 | 13:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jakarta merupakan tempat terbaik untuk mempelajari hilirisasi nontambang dan stabilisasi pasokan, khususnya komoditas pangan.

Klaim tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menerima kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV TA 2025 Lemhannas RI di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 11 Juni 2025.

"Kalau melakukan hal yang berkaitan dengan hilirisasi nontambang, nonnatural resources based, contoh yang paling bagus adalah Jakarta," ujar Pramono.


Di hadapan peserta P3N, Pramono memaparkan keberhasilan Jakarta dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Ia mencontohkan, jumlah sapi kurban yang disembelih saat Iduladha mencapai 71 ribu ekor, karena harga di Jakarta lebih kompetitif dibandingkan daerah penyangga.

Harga yang lebih kompetitif di Jakarta ini, kata dia, didorong oleh lancarnya proses distribusi. Selain itu, harga beras di Jakarta juga disebutnya paling stabil meskipun hanya memiliki dua persen lahan pertanian

Menurutnya, hal ini tak terlepas dari proses hilirisasi di Jakarta yang sudah berjalan baik dalam waktu yang lama. Salah satunya melalui peran Food Station yang bekerja sama dengan daerah penghasil beras seperti Karawang, Lampung, dan Kediri.

"Termasuk kampung halaman saya. Diambil cukup besar dari Kabupaten Kediri. Karena apa? Karena yang pertama, konsumennya sudah captive, yang cukup besar. Di Jakarta ini sekarang kurang lebih 10,8 juta," jelasnya.

Kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan daerah-daerah penghasil pangan ini tidak hanya menguntungkan konsumen di Jakarta, tetapi juga petani di daerah.

Pramono menyebut, berbagai harga kebutuhan pokok di Jakarta pun mampu terjaga dengan baik. Bahkan angka inflasinya selalu berada di bawah inflasi nasional. 

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus berupaya menjaga kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Meski demikian, Jakarta masih memiliki permasalahan utama yang harus diselesaikan, yakni disparitas dan rasio gini ketimpangan pendapatan masyarakat Jakarta.

"Perbedaan orang kaya dan miskin di Jakarta dari waktu ke waktu bukan mengecil, tetapi membesar. Maka inilah yang menjadi tanggung jawab Gubernur paling utama di Jakarta sekarang ini," tandas Pram.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya