Berita

Sapi betina dari ras Nelore Brasil, yang diberi nama Viatina-19/AP

Dunia

Termahal di Dunia, Sapi Brasil Ini Dibanderol Rp65 Miliar

SABTU, 07 JUNI 2025 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seekor sapi asal Brasil dinobatkan sebagai sapi termahal di dunia. 

Sapi betina dari ras Nelore yang diberi nama Viatina-19 ini terjual dalam lelang dengan harga fantastis sebesar lebih dari 4 juta Dola AS atau sekitar Rp65 miliar lebih! Menjadikannya sapi termahal yang pernah dijual menurut Guinness World Records .

Viatina-19 memiliki berat 1.100 kg, dua kali lebih berat dari rata-rata sapi dewasa di jenisnya. 


Tubuhnya yang besar dan berwarna putih bersih membuatnya menonjol di antara sapi-sapi lainnya. Sapi ini dijaga ketat dengan pengawasan CCTV, dokter hewan khusus, dan pengawal bersenjata, mencerminkan nilai dan pentingnya dalam industri peternakan Brasil. 

Industri ternak, khususnya peternakan sapi, merupakan salah satu sumber utama ekonomi Brasil, bahkan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian negara tersebut. Brasil merupakan salah satu produsen dan eksportir daging sapi terbesar di dunia. 

Industri ternak tidak hanya menghasilkan pendapatan langsung bagi Brasil, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. 

Harga tinggi Viatina-19 disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan produktivitasnya. Sapi ini dikenal karena kemampuan luar biasa dalam menambah massa otot dengan cepat, tingkat kesuburan yang tinggi, dan kemampuannya mewariskan karakteristik unggul kepada keturunannya. 

Di Brasil, para pemilik Viatina-19 memasang dua papan reklame yang memuji kemegahan sapi mereka, sekaligus mengajak masyarakat untuk datang melihat Viatina-19 secara langsung.

Dengan harga fantastis tersebut, kepemilikan Viatina-19 tentu saja bukan perorangan. Sapi ini dimiliki oleh beberapa orang

Lorrany Martins, seorang dokter hewan dan putri dari salah satu pemilik Viatina-19, Ney Pereira, menyatakan bahwa sapi ini adalah yang paling mendekati kesempurnaan yang pernah dicapai. Menurutnya, Viatina-19 adalah sapi yang lengkap, memiliki semua karakteristik yang dicari oleh para peternak .

Peternak rela membayar sekitar 250.000 Dolar AS atau sekitar Rp4 miliar hanya untuk kesempatan mengumpulkan sel telurnya.

Peternak mengekstrak telur dan sperma dari hewan ini, membuat embrio, dan menanamkannya pada sapi lain yang mereka harapkan menghasilkan spesimen luar biasa berikutnya. 

Tidak heran, sapi ini tidak disembih melainkan dikembangbiakkan.

Saat ini, Viatina-19 sedang dalam masa kehamilan pertamanya. Pereira pun berambisi untuk memperluas keturunan sapinya.

Sel telur Viatina-19 telah berhasil dijual kepada pembeli di Bolivia. Pereira juga berencana untuk mengekspornya ke Uni Emirat Arab, India, dan Amerika Serikat.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya