Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Selandia Baru, Todd McClay/Ist

Dunia

Menko Airlangga dan Mendag McClay Bahas Perluasan Ekspor ke Selandia Baru

RABU, 04 JUNI 2025 | 20:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Peluang investasi baru dijajaki Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Todd McClay.

Pertemuan bilateral tersebut terjadi di sela pertemuan tingkat menteri Dewan OECD di Paris, Prancis, Rabu, 4 Juni 2025. Selain menjajaki peluang baru, pertemuan tersebut juga memperkuat hubungan bilateral yang sudah berjalan baik.

Diskusi keduanya mencakup persiapan kunjungan Menteri McClay ke Indonesia pada Juli mendatang, sekaligus mematangkan agenda kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon yang sempat tertunda. 


Selain itu, mereka juga menyoroti berbagai tantangan dan potensi kerja sama baru di sektor perdagangan dan investasi.

“Kami harap Selandia Baru dapat membuka akses pasar lebih luas untuk buah tropis Indonesia,” tutur Menko Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mendorong perluasan akses pasar ekspor buah tropis seperti pisang, mangga, dan pepaya menyusul keberhasilan ekspor nanas ke negara tersebut.

Tak hanya itu, kerja sama juga diperluas ke sektor energi dan teknologi strategis. Selandia Baru telah mengucurkan hibah senilai lebih dari 15 juta Dolar untuk mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Sementara Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor pertanian dan industri, sebagai respons kebijakan tarif universal 10 persen yang diterapkan AS.

Isu ketenagakerjaan turut menjadi topik pembahasan, terutama pemanfaatan skema visa kerja yang sudah tersedia untuk TKI. Kedua negara juga tengah meninjau peluang penguatan hubungan sosial dan budaya melalui program working holiday.

Di sisi lain, Selandia Baru menyampaikan dukungan ke Indonesia dalam proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif (CPTPP).

Tercatat pada 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru sebesar 1,92 miliar Dolar AS atau sekitar Rp31 triliun. Investasi Selandia Baru juga menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai 26 juta Dolar AS (Rp423 miliar) pada tahun ini. 

Kedua negara sepakat menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga 6 miliar Dolar Selandia Baru (Rp58 triliun) pada tahun 2029 dengan dukungan rencana aksi bersama yang komprehensif.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya