Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi/Istimewa

Politik

Okta Kumala Dewi: Keberhasilan TNI AL di Merak Bukti Nyata Negara Tidak Tinggal Diam

SENIN, 02 JUNI 2025 | 23:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Apresiasi tinggi disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, atas keberhasilan TNI Angkatan Laut, khususnya jajaran F1QR Lanal Banten, menggagalkan penyelundupan 199.800 ekor benih bening lobster (BBL) di Pelabuhan Merak, Banten. 

Sebab, upaya penyelundupan yang digagalkan pada Sabtu malam, 31 Mei 2025, itu telah menyelamatkan kekayaan laut nasional senilai hampir Rp30 miliar.

“Ini bukan sekadar operasi penangkapan, tapi langkah strategis yang menyelamatkan kekayaan negara. TNI AL menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam terhadap ancaman yang menyasar sumber daya laut kita,” ujar Okta, melalui keterangannya, Senin 2 Juni 2025.


Legislator dari daerah pemilihan Banten III ini juga mengapresiasi kepemimpinan dan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, yang terus mendorong penguatan peran TNI AL dalam mengamankan wilayah laut dari segala bentuk ancaman, termasuk penyelundupan sumber daya hayati laut. 

“Kami melihat bagaimana arahan dan kebijakan KSAL sangat berpengaruh terhadap kesiapsiagaan prajurit di lapangan. Ini bukti bahwa kepemimpinan di tubuh TNI AL berjalan efektif dan responsif terhadap isu-isu keamanan maritim,” tutur Okta.

Okta menekankan, penyelundupan benih lobster tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak nelayan lokal atas sumber daya laut yang seharusnya menjadi tumpuan kesejahteraan mereka.

“Setiap benih yang diselundupkan keluar negeri adalah satu peluang ekonomi yang hilang dari tangan nelayan kita. Maka mendukung TNI AL berarti juga menjaga hak rakyat atas sumber daya bangsa ini,” tegas Legislator dari fraksi PAN ini.

Ia pun meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan penyelundupan benih lobster, termasuk aktor-aktor yang berada di balik layar.

“Penegakan hukum jangan hanya berhenti pada pelaku lapangan. Harus ditelusuri siapa yang memfasilitasi dan menikmati keuntungan dari kejahatan ini. Negara tidak boleh kalah dari mafia sumber daya laut,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Okta menyoroti posisi strategis wilayah Banten, sebagai jalur laut utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera serta menjadi titik rawan aktivitas penyelundupan. Hal ini, menurutnya, menuntut penguatan sistem pengawasan laut secara menyeluruh.

“Wilayah pesisir Banten perlu mendapatkan perhatian khusus. Perlu ada sistem pengawasan berbasis teknologi dan kolaborasi antarlembaga, termasuk peningkatan kehadiran unsur TNI AL, untuk menutup celah-celah penyelundupan ilegal,” jelasnya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Okta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung TNI AL dalam upaya peningkatan kapabilitas pertahanan dan pengamanan maritim nasional.

“Keamanan laut adalah benteng pertama kedaulatan bangsa. Karena itu, kami di Komisi I DPR RI berkomitmen terus mendorong penguatan peran dan kapabilitas TNI AL dalam menjaga wilayah maritim Indonesia. Kami juga mendukung penuh langkah-langkah KASAL dalam memperkuat keamanan laut nasional,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya