Berita

Walikota Bandung, Muhammad Farhan/Istimewa

Politik

Pancasila Bukan Hafalan, Tapi Panduan Hidup Sehari-Hari

SENIN, 02 JUNI 2025 | 03:35 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, bukan hanya menjadi materi hafalan atau rutinitas saat upacara. Pancasila justru harus dijadikan panduan nyata dalam menjalani kehidupan, terutama di tengah tantangan era digital dan arus globalisasi yang masif.

Pernyataan tersebut disampaikan Walikota Bandung, Muhammad Farhan, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu, 1 Juni 2025.

“Pancasila bukan sekadar hafalan. Ia harus menjadi pedoman hidup kita sehari-hari. Inilah warisan ideologis yang mempersatukan bangsa,” ujar Farhan, dikutip RMOLJabar, Minggu 1 Juni 2025.


Ia menilai, lima sila dalam Pancasila memiliki makna yang sangat kontekstual untuk menjawab persoalan bangsa saat ini, mulai dari toleransi beragama, keadilan kemanusiaan, semangat kebangsaan, pengambilan keputusan yang demokratis, hingga pemerataan sosial.

Dalam konteks pembangunan nasional, Farhan menyatakan, penguatan ideologi menjadi salah satu dari delapan agenda besar menuju Indonesia Emas 2045.

“Tanpa fondasi ideologis yang kuat, pembangunan bisa melenceng. Kemajuan yang tak dibarengi nilai Pancasila hanya akan memperlebar jurang ketimpangan,” jelasnya.

Ancaman terhadap persatuan bangsa, kini tidak lagi datang dari kekuatan senjata, melainkan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang rawan dimanfaatkan untuk menyebar radikalisme, intoleransi, hoaks, dan ujaran kebencian. Karena itu, seluruh arah kebijakan harus berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila.

Farhan pun mengapresiasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) atas perannya dalam memperkuat nilai-nilai ideologi bangsa, namun menegaskan bahwa menjaga Pancasila merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Menjaga dan menghidupkan Pancasila adalah tanggung jawab kita bersama—dari pemerintah pusat hingga daerah, dari pelajar hingga tokoh agama, dari masyarakat hingga para pemimpin,” ucap Farhan.

Ia mengajak masyarakat agar tidak memaknai Hari Lahir Pancasila sebatas agenda simbolik tahunan, melainkan sebagai momen untuk memperkuat karakter bangsa.

“Jadikan Pancasila sebagai energi moral dan inspirasi dalam bertindak. Kita ingin Indonesia yang disegani bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tapi karena keadaban dan keluhuran budinya,” bebernya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar implementasi nilai-nilai Pancasila dilakukan secara konkret melalui empat pendekatan utama: penguatan pendidikan karakter sejak usia dini, transformasi birokrasi menjadi pelayan rakyat, pembangunan ekonomi yang merata melalui UMKM, serta penegakan etika di ruang digital.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya