Berita

Kolase Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan logo PPP/RMOL

Politik

Amran Jadi Pilihan Gegara PPP Kehabisan Tokoh

MINGGU, 01 JUNI 2025 | 15:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membutuhkan magnet baru untuk diberikan amanah sebagai ketua umum (ketum), karena sudah kehabisan tokoh yang populer dan mudah dikenali pengurus dan simpatisan partai.

Menurut pengamat politik dari Motion Cipta (MC) Matrix, Wildan Hakim, masuknya nama Amran Sulaiman dalam bursa calon ketum PPP menggambarkan keluwesan atau fleksibilitas PPP dalam memilih pemimpinnya. Popularitas dan pengaruh di publik menjadi pertimbangan pengurus PPP dalam menyusun daftar calon ketum yang akan dipilih dalam muktamar mendatang. 

"PPP sebenarnya punya tokoh-tokoh internal yang layak diajukan dan dipilih dalam muktamar mendatang. Namun, tokoh eksternal tetap diberi ruang untuk menjadi calon ketum agar nuansa kompetisinya makin kuat," kata Wildan kepada RMOL, Minggu 1 Juni 2025.


Sebagai salah satu partai lama, kata Wildan, PPP memang kehilangan popularitasnya di kancah pemilu legislatif. Pada Pemilu 2024, untuk pertama kalinya PPP gagal mengirimkan wakilnya untuk duduk sebagai anggota DPR. 

Partai berlambang Ka’bah itu di Pemilu 2024 tak memenuhi syarat ambang batas lolos DPR sebesar 4 persen. PPP hanya mendapat perolehan suara sebesar 3,87 persen atau sebanyak 5,8 juta suara.

Dengan catatan yang kurang menggembirakan tersebut, kata dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia ini, PPP membutuhkan magnet baru yang kelak diberi amanah sebagai ketum PPP.

Untuk itu, kata Wildan, sosok Amran yang kini menjabat sebagai Menteri Pertanian dianggap memiliki integritas. Dari sisi proximity atau kedekatan, latar belakangnya juga sesuai karena Amran muslim tulen dan PPP adalah partai Islam.

"Meski Amran bukan jebolan pondok pesantren, variabel ini bisa dikesampingkan. Sandiaga Uno bukan lulusan ponpes dan masuk bursa sebagai calon ketum PPP. Amran juga punya peluang yang sama seperti halnya Sandiaga Uno," pungkas Wildan.




Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya