Berita

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr/AP

Dunia

Bos BUMN Kompak Mundur Usai Diperintah Presiden

MINGGU, 01 JUNI 2025 | 00:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Para petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Filipina beramai-ramai mengundurkan diri menyusul perintah langsung Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. 

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mengatur ulang arah kebijakan dan menyelaraskannya dengan harapan rakyat.

Pengunduran diri massal ini terjadi setelah Presiden Bongbong memecat sejumlah menteri dan kepala lembaga. Perintah itu disampaikan melalui Sekretaris Eksekutif pada 21 Mei 2025.


Di Filipina, tercatat 117 Government-Owned and Controlled Corporation (GOCC) yang berada di bawah pengawasan Governance Commission for GOCCs (GCG), belum termasuk BUMN sektor kawasan ekonomi dan lembaga riset.

Ketua GCG, Marius Corpus, menjadi salah satu yang pertama menyatakan pengunduran dirinya. Ia menyebut telah menyerahkan surat resmi kepada Sekretaris Eksekutif pada 23 Mei 2025.

“Itu semua (keputusan resign akan diterima atau tidak) tergantung pada Presiden (Bongbong). Saya tidak melamar pada posisi sekarang ini dan saya menerima keputusan apa pun,” kata Corpus, dikutip dari Philstar, Sabtu 31 Mei 2025.

Meski tidak merinci jumlah pasti, Corpus menyebut sudah ada sejumlah CEO BUMN lain yang turut mengundurkan diri. Dua nama yang dikonfirmasi ikut mundur adalah Marilene Acosta, CEO Home Development Mutual Fund (Pag-IBIG Fund), dan Oliver Butalid, CEO Philippine National Oil Company (PNOC).

Daftar nama lainnya mencakup tokoh-tokoh penting seperti Lynette V Ortiz (Presiden dan CEO Land Bank Filipina), Edwin M Mercado (CEO Philippine Health Insurance Corp), dan Teresco O Panga (Direktur Jenderal Otoritas Zona Ekonomi Filipina).

“Saya mengajukan pengunduran diri saya secara hormat pada Selasa, seperti yang diarahkan oleh presiden kepada semua pimpinan lembaga untuk memberikan keleluasaan pada presiden,” ujar Panga.

Dalam sepekan terakhir, setidaknya 13 pejabat BUMN diketahui telah mengundurkan diri. Seluruh ketua non ex-officio dan CEO diminta untuk menyerahkan surat pengunduran diri mereka kepada Kantor Presiden, sedangkan para direktur dan anggota dewan diminta menyampaikannya ke GCG.

Sebelumnya, Presiden Bongbong menyampaikan bahwa langkah ini adalah bentuk respons atas suara rakyat yang menginginkan perubahan nyata.

“Sudah saatnya menyelaraskan kembali pemerintah dengan harapan rakyat,” ujar Bongbong, dikutip dari GMA News.

“Ini bukan urusan biasa. Masyarakat telah bersuara dan mereka mengharapkan hasil, bukan politik, bukan alasan. Kami mendengarnya dan kami akan bertindak,” tegas Presiden Filipina tersebut.

Sekretaris Eksekutif Marcos, Lucas Bersamin mengatakan hal ini dilakukan bukan untuk membersihkan sistem terkait, tetapi untuk meningkatkan kualitas layanan publik dalam melayani masyarakat Filipina.

"Ini bukan pembersihan, tapi upaya Presiden untuk meningkatkan kualitas layanan publik," kata Lucas Bersamin, Sekretaris Eksekutif Marcos.

"Presiden tidak punya kesabaran terhadap kinerja yang buruk," tambah Bersamin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya