Berita

Menko Pangan Zulkifli Hasan/Ist

Politik

Hasil Survei IPO

Zulhas Puncaki Daftar Menko dengan Kinerja Terbaik, Ini Alasannya

MINGGU, 01 JUNI 2025 | 00:09 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode Mei 2025 menempatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan sebagai menko dengan kinerja terbaik.

Dalam survei nasional bertajuk ‘Analisa Sosial: Persepsi Publik atas Optimisme dan Kinerja Pemerintah’ tersebut, responden diminta untuk memberikan pendapat terkait sosok para Menteri Koordinator yang dianggap bekerja paling baik.

Hasil jawaban responden, Menko Pangan Zulkifli Hasan meraih skor 11,3 persen, Menko Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto 9,9 persen, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono 7,0 persen, Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra 4,5 persen.


Lalu disusul Menko Bidang PMK Pratikno 1,9 persen, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar:1,7 persen, Menko Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan 1,2 persen, dan responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab 62,5 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menilai bila Zulhas mampu mengatasi isu-isu pangan yang krusial. 

"Kinerja Zulkifli Hasan dalam menangani masalah ketahanan pangan dan distribusi bahan makanan selama periode yang penuh tantangan ini sangat diapresiasi oleh masyarakat," kata Dedi dalam keterangannya, Sabtu, 31 Mei 2025.

Di sisi lain, Dedi menekankan bahwa angka 62,5 responden yang memilih "Tidak Tahu/Tidak Jawab" menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan komunikasi dan transparansi dari pemerintah.

"Ini adalah sinyal bagi pemerintah untuk lebih proaktif dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program yang dijalankan. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dilakukan oleh para menteri, agar mereka dapat memberikan penilaian yang lebih akurat," jelasnya.   

Kendati demikian, Dedi juga mengingatkan Zulhas soal tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam sektor pangan masih sangat besar.

"Kita harus ingat bahwa kinerja yang baik tidak hanya diukur dari persepsi publik, tetapi juga dari hasil nyata di lapangan. Oleh karena itu, penting bagi Menko Pangan untuk terus berinovasi dan mencari solusi yang efektif untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh masyarakat," jelasnya lagi.    

Adapun survei ini melibatkan 1.200 responden dengan pengukuran kesalahan (margin of error) sebesar 2,90 persen, serta tingkat akurasi data mencapai 95 persen. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sampel bertingkat, yang memastikan representativitas data.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya