Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bukan Sekadar Proyek, PIK Sudah Menjadi Motor Ekonomi

SABTU, 31 MEI 2025 | 19:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pantai Indah Kapuk (PIK) lebih dari sekadar proyek. Tetapi, telah bertransformasi menjadi kawasan andalan pertumbuhan ekonomi dan properti nasional.

Infrastruktur yang mumpuni, khususnya dua akses tol langsung dari Tol Dalam Kota dan Jakarta Outer Ring Road (JORR), kata Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menjadi keunggulan yang sulit disaingi kawasan lain.

“Dengan adanya dua akses tol langsung menuju PIK, mobilitas penghuni dan pengunjung menjadi sangat mudah. Ini yang membuat PIK unggul dibanding proyek properti lainnya,” ujar Bambang kepada wartawan, Sabtu 31 Mei 2025.


Keunggulan konektivitas ini, lanjut dia, tak hanya mempermudah pergerakan, tetapi juga mendorong pertumbuhan kawasan secara menyeluruh. PIK kini menjadi tempat bernaung bagi ribuan pelaku usaha, dari UMKM lokal hingga merek-merek internasional.

“Mulai dari UMKM hingga brand global membuka gerainya di sini. Ini menciptakan efek berganda—lapangan kerja, pertumbuhan bisnis, dan kontribusi langsung pada perekonomian nasional,” tuturnya.

Bambang menambahkan, PIK layak dijadikan tolok ukur pengembangan kawasan karena mampu terus berekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Saat ini, PIK 3 tengah disiapkan dengan konsep kota terpadu yang lebih futuristik dan berorientasi jangka panjang.

“PIK adalah contoh nyata bahwa jika infrastruktur dan akses dibangun dengan visi jangka panjang, maka properti akan tumbuh secara berkelanjutan. Kawasan ini bukan hanya proyek, tapi motor ekonomi,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya