Berita

Banjir bandang Nigeria/Sky News

Dunia

Banjir Bandang Terjang Nigeria, 115 Orang Tewas

SABTU, 31 MEI 2025 | 17:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bencana banjir bandang menerjang wilayah Nigeria bagian tengah dan menewaskan sedikitnya 115 orang serta melukai puluhan lainnya pada Jumat 30 Mei 2025.

Menurut laporan dari juru bicara Badan Penanggulangan Keadaan Darurat Negara Bagian Niger, Ibrahim Audu Husseini, jumlah korban banjir Nigeria diperkirakan masih akan terus meningkat.

"Sejauh ini, kami telah menemukan 115 jenazah. Tapi angka itu kemungkinan akan terus bertambah karena banjir datang dari wilayah hulu dan menyeret korban ke Sungai Niger," katanya, dikutip dari France24 pada Sabtu 31 Mei 2025.


Saat ini, tim penyelamat masih terus mencari korban hilang akibat hujan deras terus mengguyur wilayah itu pada Rabu malam hingga Kamis pagi di sekitar Kota Mokwa, Negara Bagian Niger, yang terletak di tepi Sungai Niger.

Ia menambahkan, sejumlah jasad korban masih terus ditemukan di hilir sungai. Beberapa jasad ditemukan di balik puing-puing bangunan yang runtuh, dan tim penyelamat dikabarkan membutuhkan ekskavator untuk mengangkat sisa-sisa reruntuhan tersebut.

Kepala Palang Merah setempat, Gideon Adamu, menyebut sedikitnya 78 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka-luka.

Sementara itu, laporan Daily Trust menyebutkan ribuan warga telah mengungsi dan lebih dari 50 anak-anak dari sebuah sekolah Islam dinyatakan hilang. 

Pemerintah setempat telah mengerahkan kepolisian dan militer untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat. 

Badan Penanggulangan Keadaan Darurat Nasional (NEMA) menggambarkan bencana ini sebagai banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perubahan iklim diyakini menjadi salah satu pemicu utama bencana ini. Musim hujan di Nigeria, yang baru saja dimulai, kerap menimbulkan banjir akibat curah hujan tinggi yang diperparah dengan buruknya infrastruktur, seperti sistem drainase yang tidak memadai serta pembangunan rumah di jalur air.

"Tragedi ini adalah pengingat keras tentang bahaya pembangunan sembarangan di atas jalur air serta pentingnya menjaga kebersihan saluran drainase dan sungai," ujar NEMA dalam pernyataan resminya.

Badan Meteorologi Nigeria sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi banjir bandang di 15 dari 36 negara bagian, termasuk Negara Bagian Niger, antara tanggal 28 hingga 30 Mei.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya