Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Dukung Kebijakan Tolak Impor Singkong, HKTI Lampung Ingatkan Soal Kualitas Produksi

SABTU, 31 MEI 2025 | 05:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Lampung menyatakan dukungan terhadap kebijakan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menolak impor singkong.

Ketua DPD HKTI Lampung, Umar Ahmad, mengatakan bahwa langkah menolak impor merupakan kebijakan strategis yang bisa berdampak positif terhadap harga singkong dalam negeri.

“Prinsipnya, kita mendukung kebijakan tersebut karena akan berpengaruh terhadap harga singkong sebagai bahan baku tapioka,” kata Umar, dikutip RMOLLampung, Jumat 30 Mei 2025.


Namun demikian, Umar mengingatkan bahwa kebijakan ini harus dibarengi dengan upaya peningkatan kualitas singkong hasil petani lokal. Pasalnya, hingga kini produktivitas per hektare masih rendah dan kadar tapioka dalam singkong petani juga belum optimal.

“Kualitas singkong petani kita masih rendah randemennya. Untuk bisa menyambut kebijakan ini, tapioka dari petani lokal harus tinggi kualitasnya,” ujarnya.

Umar juga menyoroti masih mahalnya harga tapioka dalam negeri jika dibandingkan dengan produk impor. Menurutnya, selama ini tapioka impor lebih murah dan mampu menekan pasar domestik.

“Kalau tidak ada impor, harga singkong kemungkinan naik. Tapi harus jujur, selama ini tapioka lokal belum bisa bersaing dari sisi harga dan kualitas,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah tidak sekadar membuat kebijakan, tapi juga hadir secara nyata dalam mengatur tata niaga dan struktur harga di lapangan.

“Sudah ada aturan soal harga singkong, tapi masih ada potongan hingga 20 persen karena kualitas dinilai rendah. Harapannya, ke depan tidak ada lagi potongan jika kualitas singkong sudah membaik,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya