Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Rusia Tuduh Serbia Berkhianat dengan Pasok Senjata ke Ukraina

JUMAT, 30 MEI 2025 | 14:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rusia mengecam keras Serbia, menuduh negara sekutu lama di Balkan itu memasok senjata ke Ukraina dalam konflik yang tengah berlangsung dengan Moskow. 

Tuduhan ini dilontarkan langsung oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), yang menyebut langkah Serbia membantu Ukraina sebagai tusukan dari belakang oleh sekutu tradisional Slavia mereka.

“Perusahaan pertahanan Serbia, bertentangan dengan ‘netralitas’ yang dinyatakan oleh pejabat Beograd, terus memasok amunisi ke Kyiv,” kata SVR dalam pernyataan resmi, seperti dimuat Associated Press pada Jumat, 30 Mei 2025.


Meski isu ekspor senjata Serbia, terutama amunisi kaliber era Soviet yang masih digunakan Ukraina, telah ramai diperbincangkan sejak 2023, tidak jelas mengapa Rusia baru bereaksi keras sekarang.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Serbia membantah klaim bahwa mereka mengirim ribuan roket untuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia. 

Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic kala itu menegaskan, bahwa ejak dimulainya perang di Ukraina, tidak ada senjata yang diekspor dari Serbia ke salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Namun, SVR menuduh adanya skema penjualan senjata melalui “sertifikat pengguna akhir palsu” dan “negara perantara fiktif.”

Mereka mengklaim, “Kontribusi pekerja industri pertahanan Serbia terhadap perang yang dilancarkan Barat, yang hasilnya ingin dilihat Eropa sebagai ‘kekalahan strategis’ Rusia, berjumlah ratusan ribu peluru, serta sejuta butir amunisi untuk senjata ringan.

“Tidak mungkin pasokan semacam itu dapat dibenarkan oleh ‘pertimbangan kemanusiaan’. Mereka memiliki satu tujuan yang jelas untuk membunuh dan melukai personel militer Rusia dan penduduk sipil Rusia," tegasnya 

Sementara itu, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengakui bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai isu ini. 

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah RTS, Vucic menyebut bahwa kedua negara sepakat membentuk kelompok kerja guna menyelidiki bagaimana senjata buatan Serbia bisa sampai ke garis depan Ukraina.

“Serangan terhadap Serbia dari Timur dan Barat sering terjadi karena negara ini memimpin kebijakan yang otonom dan independen,” tegas Vucic, merujuk pada posisi negaranya yang mencoba menjaga keseimbangan antara Barat dan Rusia.

Meskipun Serbia secara resmi mengincar keanggotaan Uni Eropa, Vucic diketahui tetap mempertahankan hubungan erat dengan Moskow. Bahkan, ia hadir dalam parade Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei lalu, meski mendapat peringatan dari pejabat Uni Eropa.

Keputusan itu, menurut Vucic, adalah upaya mempertahankan persahabatan tradisional dengan Rusia, yang sama-sama bangsa Slavia dan Kristen Ortodoks. 

“Kami ingin menjaga hubungan baik dengan Rusia sambil berusaha masuk ke Uni Eropa,” ujar Vucic.

Di sisi lain, Serbia juga diketahui sangat bergantung pada Rusia untuk pasokan energi, dan hingga kini menolak bergabung dengan sanksi-sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap Moskow pasca invasi besar-besaran ke Ukraina.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya