Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Jepang Lepas Beras Cadangan ke Pedesaan untuk Tekan Harga

JUMAT, 30 MEI 2025 | 13:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Pertanian Jepang akan mulai menjual stok beras lama ke toko-toko kecil dan pedagang beras tanpa melalui proses lelang, dengan harga yang lebih murah.

Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi mengatakan bahwa penjualan ke toko-toko besar untuk sementara dihentikan. Keputusan ini diambil setelah sekitar 70 pengecer besar langsung mengajukan permohonan dalam waktu kurang dari dua hari untuk membeli beras cadangan pemerintah sebanyak 200.000 ton yang dipanen tahun 2022.

Sebagai gantinya, pemerintah akan mengalokasikan 100.000 ton beras untuk dijual ke supermarket kecil dan toko beras skala kecil. Permintaan pembelian dari toko-toko ini mulai bisa diajukan pada Jumat, 30 Mei 2025. Biaya pengiriman akan ditanggung oleh pemerintah.


"Kami ingin memastikan beras cadangan ini bisa sampai ke masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan," ujar Koizumi dalam rapat parlemen, seperti dikutip Kyodo News, Kamis 29 Mei 2025.

Pemerintah Jepang sedang berusaha meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga beras yang sudah dua kali lipat dibanding tahun lalu. Upaya sebelumnya, yaitu menjual beras lewat lelang, gagal menahan lonjakan harga.

Melalui kebijakan baru ini, Koizumi berharap harga beras bisa ditekan hingga 1.800 Yen (sekitar Rp225.000) per 5 kilogram.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya