Berita

Adegan Gajah Mada memimpin pertempuran melawan musuh-musuh mereka setelah mengucapkan Sumpah Palapa yang sakral/Ist

Nusantara

Kisah Gajah Mada Sukses Raih Penghargaan di Festival Film Cannes 2025

JUMAT, 30 MEI 2025 | 03:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Film Indonesia Nusantara telah memenangkan Penghargaan Film Dokumenter Terbaik di Festival Film Cannes 2025. Pasalnya, film dengan resolusi ultradensity ini menggetarkan penonton internasional dalam ajang film bergengsi yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh dunia.
 
Film thriller ini mengisahkan perjuangan pahlawan Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, dari masa kecilnya hingga Maharani Tribhuwana Wijayatunggadewi mengangkatnya sebagai Perdana Menteri. Atas upayanya menyatukan apa yang sekarang menjadi negara kepulauan terbesar di dunia, dalam mewujudkan Sumpah Palapa-nya yang sakral.
 
Gajah Mada bersumpah untuk tidak menikmati buah Palapa yang secara simbolis berarti tidak beristirahat dalam kesenangan sebelum Nusantara dipersatukan sebagai sebuah negara. Dan dia melakukannya dengan sukses, menyatukan sebagian besar kawasan Asia Tenggara, bahkan di luar batas wilayah Indonesia saat ini.
 

 
Film yang diproduksi sepenuhnya dengan Kecerdasan Buatan (AI) ini sarat dengan adegan pertempuran kolosal yang dipimpin Gajah Mada, dan merupakan salah satu mahakarya studio produksi Neyra Vision yang berbasis di Jakarta.
 
Kisah Gajah Mada dalam Nusantara dinarasikan untuk Festival Cannes, Prancis, oleh mantan editor The Jakarta Post, Pitan Daslani, yang mengatakan kepada media bahwa Penghargaan Dokumenter Terbaik ini membuktikan keunggulan dan penguasaan keahlian AI Indonesia dalam produksi film, yang bisa dikatakan sebanding dengan keahlian pusat produksi film kelas dunia seperti Hollywood dan Bollywood.

Pitan Daslani menambahkan bahwa prestasi gemilang Neyra Vision di festival film internasional tersebut akan mendorong lebih banyak lagi talenta AI di Indonesia, terutama generasi muda, untuk menghasilkan film-film inspiratif berdasarkan cerita-cria lokal untuk dipentaskan di panggung global.
 
Sementara itu, produser kreatif Roma Nebo mengatakan, tujuan Neyra Vision adalah untuk mendemokratisasikan alat-alat produksi yang dulunya hanya dimiliki Hollywood.

“Dan menjadikan Indonesia sebagai pusat sinema AI dunia. Ketika kreator memiliki alur kerja dan IP, cerita lokal pun dapat menyebar ke mana-mana,” ujar Nebo dalam keterangannya yang diterima redaksi, Kamis, 29 Mei 2025.

Nebo menambahkan bahwa memenangkan Penghargaan Film Dokumenter Terbaik dalam festival film bergengsi tersebut merupakan bukti nyata bahwa cerita Indonesia dapat bergema di panggung dunia ketika teknologi menyingkirkan semua hambatan. 

“Sekarang kami menyerahkan perangkat itu kepada gelombang kreator berikutnya,” ucap dia.
 
Dalam pengumuman hasil akhir Festival Film Cannes 2025 pada 23 dan 24 Mei, Panitia Pelaksana mengumumkan pemenang untuk sembilan kategori teratas sebagai berikut:

Dokumenter Terbaik: Nusantara, Animasi Terbaik: The Dream, Iklan Terbaik: Givenchy, Film AI Super Panjang Terbaik: Gengis Khan, Film Pendek Terbaik: Mike El Jack Seon, Film Pendek AI Terbaik: Bones of Yew, Film AI Panjang Terbaik: A Day in the Dream, Video Klip Terbaik: Croquette Crew, dan Penghargaan Spesial Dewan Yuri diberikan kepada film End of the World.
 
Panitia Festival de Cannes juga memberikan Penghargaan Spesial kepada film Deep Cold Blue, Bratan Gray Day, Unblind, Trapped in the System, The Perfect World, dan Vibe Coding. Sementara itu, Penghargaan Honorable Mention diberikan kepada Soul of Shipwreck, Omni Trans. Cam, Ychu, Tant Walkers, Mulan, End of the World, dan Alas de Papel.
 
Finalis lainnya adalah Pi in the Sky, Depths, Beyaz Guvercin, Love, Mila, Song of Desert, Beyond Healing, dan The Box. Sebelum sesi penutupan, panitia telah menominasikan Lafayette House, Nine, Emerge, Teos: The Call of Dionysos, Blooding Paradiso, Freya, Werewolves in Brooklyn, The Questioning, Genesis Installed, Nalvora, Just Say PSA, dan Kenopsia.
 
Film Indonesia telah berkali-kali mengikuti Festival Film Cannes, tetapi film Indonesia pertama yang memenangkan penghargaan di sana adalah film pendek Prenjak (juga dikenal sebagai In the Year of the Monkey) karya sutradara Wregas Bhanuteja. Film ini memenangkan Leica Cine Discovery Prize untuk Film Pendek di bagian Critics' Week pada tahun 2016.
 
Film-film Indonesia terkenal lainnya yang pernah ditayangkan di Festival Cannes termasuk Daun di Atas Bantal (1998), Serambi (2006), dan Fox Exploits the Tiger's Might (2005), tetapi film-film ini tidak memenangkan penghargaan.
 
Hingga tahun 2025, Indonesia terus berpartisipasi aktif di Festival Cannes dengan film-film seperti Renoir yang bersaing dalam kompetisi utama, dan Pangku yang dipilih untuk program HAF Goes to Cannes, tetapi belum ada film Indonesia lain yang memenangkan penghargaan utama di festival film tersebut.
 
Oleh karena itu, Penghargaan Film Dokumenter Terbaik untuk Nusantara karya Neyra Vision telah membawa pulang kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia, yang membuktikan naiknya keahlian AI Indonesia ke atas pentas industri film global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya