Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman/RMOL

Politik

Amran Sulaiman Sulit jadi Ketum PPP, Ini Sebabnya

KAMIS, 29 MEI 2025 | 23:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dirasa sulit menjadi Ketua Umum PPP. Pasalnya, Amran masih menjadi anak buah Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, Amran Sulaiman bisa menjadi calon ketua umum,namun akan menjadi pilihan cadangan.

“Bisa juga. Tapi saya kira, beliau akan menjadi pilihan kedua,” kata Ray Rangkuti kepada wartawan, Kamis, 29 Mei 2025.


Ia mengurai, Amran sulit menjadi ketua umum partai Kabah, karena harus mendapat restu dari Prabowo Subianto.

“Sebab Pak Amran membutuhkan 'izin' Prabowo untuk dapat menjadi caketum PPP,” jelasnya. 

Selain itu, lanjut Ray, Amran yang masih menjabat sebagai menteri maka akan sulit mengatur waktu memikirkan peta politik PPP.

“Mengingat posisi beliau sebagai menteri kabinet KIM, tidak banyak waktu luang untuk bekerja menaikan parpol ini,” ucapnya.

Menurutnya, PPP saat ini membutuhkan pemimpin yang bisa maksimal dalam mengurus partai agar bisa lolos ke Senayan. Sehingga, Amran dinilainya kurang tepat menjadi ketua umum.

“Padahal, PPP butuh pemimpin yang total mengurus partai sehingga dapat lolos kembali ke parlemen,” tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya