Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Eropa Diambang Bencana Kekeringan, Komisi Siapkan Aturan Penghematan Air

KAMIS, 29 MEI 2025 | 12:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komisi Eropa sedang menyiapkan aturan baru untuk mendorong negara-negara anggota Uni Eropa (UE) agar mengurangi penggunaan air setidaknya 10 persen pada tahun 2030.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kekeringan dan semakin menipisnya cadangan air tanah. Bencana seperti kebakaran hutan dan banjir besar yang makin sering terjadi telah merugikan Uni Eropa miliaran dolar dan membuat persediaan air mencapai titik terendah dalam sejarah.

"Kita harus mulai berpikir bagaimana cara menggunakan air secara lebih hemat," kata Komisioner Lingkungan Hidup Uni Eropa, Jessika Roswall, kepada Financial Times, dikutip Kamis 29 Mei 2025.


"Bahkan saat mandi, kita perlu lebih bijak menggunakan air," tambahnya.

Beberapa negara di Eropa selatan sudah mulai menerapkan kebijakan hemat air, misalnya larangan mengisi ulang kolam renang. CEO perusahaan air Yunani Eydap, Haris Sachinis, bahkan memperingatkan bahwa Athena bisa kehabisan air dalam dua tahun jika kekeringan terus berlanjut.

Menteri Pertanian Siprus, Maria Panayiotou, juga menyebutkan bahwa 2025 bisa menjadi tahun kekeringan ketiga berturut-turut di negaranya. Ia menyebut cadangan air saat ini termasuk yang terburuk dalam 50 tahun terakhir.

Di Swedia, pemerintah sudah melarang penyiraman kebun menggunakan selang di beberapa daerah. Di Prancis dan Spanyol, perebutan akses air bahkan memicu konflik antara petani dan kelompok pecinta lingkungan.

Menurut data dari kelompok industri air EurEau, sekitar 25 persen air di Uni Eropa terbuang sia-sia karena kebocoran pipa. Di beberapa negara, seperti Bulgaria, angka kebocoran bahkan mencapai 60 persen.

Meski target pengurangan air ini tidak bersifat wajib, Komisi Eropa mendorong tiap negara untuk menetapkan target nasional dan memperbaiki sistem pengumpulan data air. Penilaian terbaru menunjukkan hanya sedikit negara yang sudah menerapkan kebijakan ketahanan air.

Usulan ini muncul setelah peringatan pada tahun 2023 soal meningkatnya perebutan sumber air, termasuk potensi konflik antarnegara. Bank Sentral Eropa juga memperingatkan bahwa krisis air dapat berdampak besar secara ekonomi. Bahkan, kekurangan air permukaan bisa memengaruhi hampir 15 persen dari total PDB zona Euro.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya