Berita

Kader Bangsa Fellowship Program Angkatan 10/Ist

Nusantara

KBFP Angkatan 10 Songsong Transformasi dan Semangat Baru

KAMIS, 29 MEI 2025 | 04:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sekolah pemimpin muda Aceh sampai Papua, Kader Bangsa Fellowship Program, yang telah berjalan sejak tahun 2011 untuk tahun 2025 ini memasuki angkatan kesepuluh. Kader Bangsa Fellowship Program atau KBFP Angkatan ke-10 dilaksanakan di Jakarta pada 19 sampai 22 Mei 2025 lalu. 

Program ini diikuti oleh 37 pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia, dan dibuka oleh Course Leader, yang juga Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho. Para peserta adalah pemimpin muda dari berbagai profesi dan lintas aktivitas, termasuk lintas partai politik, akademisi, ekonom, peneliti, profesional, kepala daerah anak muda, anggota legislatif muda, ASN, hakim, aktivis kepemudaan, keagamaan, masyarakat sipil, entrepreneur, pegiat literasi, budaya, jurnalis dan lingkungan hidup.

Acara yang berlangsung empat hari ini diisi oleh Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko; Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, yang juga pegiat pendidikan dan SDM unggul; Hasanuddin Ali, CEO lembaga riset Alvara yang juga Ketua Lakpesdam PBNU; Teten Masduki, mantan Menteri Koperasi Dan UMKM periode 2019-2024; Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede; Direktur Eksekutif Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari; pengusaha nasional yang juga Menko Kesejahteraan Rakyat (2005-2009), Aburizal Bakrie, CEO GDP Venture, Martin Hartono; Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin; penulis dan narator, Fahd Pahdepie; pengamat politik Burhanuddin Muhtadi; pegiat komunitas kreatif Wisnu Nugroho; serta Direktur Kolaborasi Strategis Grab Indonesia, Uun Ainurrofiq; sampai pegiat hukum dan HAM, Haris Azhar. 


Dalam sesi pembukaan, Course Leader Kader Bangsa Fellowship atau KBFP, Dimas Oky Nugroho menyatakan bahwa tujuan pelatihan singkat dan pertemuan pemimpin muda ini adalah untuk mempersiapkan generasi-generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin publik.

"Kita semua, tak hanya pemerintah, harus lebih serius dan saling bekerja sama mempersiapkan kapasitas dan integritas anak-anak muda Indonesia untuk kelak menjadi pemimpin publik dan memimpin di berbagai sektor. Pelatihan ini secara konsisten alhamdulillah telah diinisiasi secara independen sejak 2011, meningkatkan kesadaran kebangsaan dan menjahit jejaring pemimpin muda, para 'local champion', apapun latar belakangnya, terpenting mereka anak bangsa, ingin berkontribusi memajukan lingkungannya, daerahnya, bangsa dan negaranya," ungkap Dimas dalam keterangannya, Rabu, 28 Mei 2025.

Ia menjelaskan para alumni Kader Bangsa Fellowship saat ini telah membentuk sekitar seribu lebih jejaring pemimpin muda nasional, berkiprah di berbagai bidang, mulai dari menteri, kepala daerah, anggota legislatif, pemimpin kampus, media, organisasi masyarakat sipil,  birokrat, sampai pengusaha dan tokoh publik.

"Prosesnya rekrutmen memang dilakukan selektif, yakni kiprah dan karakter calon peserta Kader Bangsa Fellowship akan sangat menjadi perhatian tim seleksi independen yang terdiri sejumlah pakar. Prinsip kita adalah mengumpulkan para pemimpin muda ini dalam satu semangat besar, mari mencintai dan membangun negara ini secara guyub dan produktif,” jelas dia. 

“Terlebih era geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia butuh anak-anak bangsa yang berkarakter, bervisi dan berinisiatif baik. Berbeda boleh, beraktivitas positif harus, tapi untuk kepentingan nasional kita harus guyub dan progresif," tegas Dimas.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan mengapresiasi program KBFP telah berjalan secara konsisten. Menurutnya program seperti KBFP selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. 

“Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghadirkan sekolah-sekolah unggul di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi besar peningkatan SDM nasional,” ujar Dirgayuza.

Hasanuddin Ali, peneliti dan CEO Alvara Research Center, menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia yang diperkirakan akan berakhir pada 2030–2035. 

“Kita punya waktu yang sangat terbatas untuk mencetak generasi unggul. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua pihak,” tegas Hasanuddin yang juga salah satu Ketua PBNU ini.

Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko, menyatakan pentingnya para pemimpin muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang mampu mendorong upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

"Para pemuda Indonesia dari mulai tingkat desa sampai kota, daerah dan nasional, harus memahami dan mengikuti perkembangan teknologi dalam upaya mendorong perekonomian, menurunkan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan. Peningkatan SDM dan khususnya bagi para pemimpin muda, membaca perkembangan zaman menjadi sangat penting sehingga kita tidak menjadi bangsa yang tertinggal oleh transformasi zaman," ujarnya. 

Kader Bangsa Fellowship atau KBFP dilaksanakan secara independen dalam semangat kolaborasi antara masyarakat sipil, sektor swasta, dan aktor pemerintah. Program ini juga dirancang secara inklusif untuk memperluas wawasan dan kesadaran kewargaan serta kebangsaan para pemimpin muda dari berbagai daerah dalam membangun Indonesia yang lebih maju, demokratis, guyub, dengan tetap menghargai keberagaman.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya