Berita

Sebagian tanaman tembakau di Desa Gunungsari, Kaliori, Rembang yang mati akibat diguyur hujan dalam sepekan terakhir/RMOLJateng

Nusantara

Petani Tembakau di Rembang Meringis Imbas Curah Hujan Tinggi

RABU, 28 MEI 2025 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Puluhan hektare tanaman tembakau berumur muda tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Rembang mati, lantaran diguyur hujan dalam sepekan terakhir. Akibatnya, para petani mengalami kerugian cukup besar.  

Beberapa desa di Kecamatan Sulang dan Kaliori, rata-rata tanaman tembakau yang mati baru berumur satu Minggu sampai 10 hari. 

Sejumlah petani tembakau di Desa Kuangsan dan Gunungsari, Kecamatan Kaliori dan Desa Kunir, Kecamatan Sulang menuturkan, tanaman tembakau memang tidak tahan air yang berlebih. 


Maka ketika dalam sepekan ini terus turun hujan, maka sebagian besar tanaman tembakau mati. Karena memang jenis tanaman ini tidak tahan air. Tanaman ini justru akan lebih subur saat kemarau dengan asupan air siraman.

"Karena ini penyebabnya adalah alam, mau gimana lagi. Kita tidak bisa berbuat apa-apa," tutur Sogir dan Parji dua petani di Kuangsan, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Rabu, 28 Mei 2025.

“Jika ingin menanam kembali tembakau, maka harus menyemai bibit dari nol lagi. Untuk menyemai bibit, selain harus mengeluarkan anggaran untuk membeli bibit, juga menunggu waktu cukup lama, yakni sekitar satu bulan, persemaian baru bisa tanam,” tambahnya.

Abdulah dan Parji mengaku dalam dua tahun terakhir, hasil panen tembakaunya laku pilihan juta. 

Produksi dan harga tembakau dalam dua tahun terakhir cukup besar dan mahal. Sehingga bisa dikatakan dua tahun terakhir adalah panen raya bagi petani tembakau di Rembang," ungkap para petani itu.

Plt Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dintampan) Rembang Fajar saat ini hubungi menyatakan, pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari para Penyuluh Lapangan (PPL) tentang luas tanaman tembakau yang mati akibat curah hujan yang tinggi.

"Hingga saat ini kami belum mendapat laporan secara resmi tentang kegagalan petani tembakau akibat kemarau besar dengan curah hujan cukup tinggi," terang Fajar.

Fajar menambahkan, luas lahan tembakau dalam dua tahun terakhir sekitar 7200 hektare. Pada tahun 3023, nilai jual produksi tembakau hampir tembus Rp1 triliun. Dan tahun lalu sedikit turun hanya sekitar Rp880 miliar.

Diakui Fajar bahwa dalam lima tahun terakhir, tanaman tembakau menjadi primadona petani di Rembang. Apa lagi mulai tahun 2024 kemarin, banyak pihak di luar PT Sarana selaku mitra petani yang mau membeli tembakau yang tertolak oleh PT Sadana.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya