Berita

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 27 Mei 2025/RMOL

Bisnis

Menko AHY Siapkan Lima Topik Buat Gaet Investor di Bidang Infrastruktur

RABU, 28 MEI 2025 | 00:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengedepankan sejumlah isu, untuk dibawa ke investor yang akan hadir dalam Conference on Infrastructure atau Konferensi Internasional tentang Infrastruktur tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY usai melakukan pertemuan dengan pemimpin-pemimpin redaksi media nasional, di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Mei 2025.

Ia menjelaskan, Kemenko yang dipimpinnya telah menyiapkan topik-topik utama, dan dipastikan akan dibahas bersama investor-investor terundang dalam Konferensi Internasional Infrastruktur pada 11 hingga 12 Juni 2025 mendatang.


"Ada lima topik utama yang akan kami angkat dalam forum tersebut, yang pertama adalah future proving cities. Jadi kita berbicara bagaimana mewujudkan kota-kota di masa depan yang benar-benar terintegrasi dan didukung oleh infrastruktur dasar yang memang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sebuah kota," ujar AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu menjelaskan, konsep kota masa depan Indonesia pada intinya merevitalisasi berbagai infrastruktur dasar khususnya di wilayah perkotaan. 

"Misalnya terkait bagaimana kondisi air dan sanitasi pengelolaan limbah, transportasi publik, dan infrastruktur untuk mendukung ketersediaan energi, serta pengembangan digital untuk informasi dan komunikasi," urainya.

Kemudian topik kedua yang diangkat dalam forum internasional itu, disebutkan putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini adalah tentang connecting the archipelago, atau meningkatkan integrasi dan mengurangi gap antarwilayah di Indonesia.

"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Lebih dari 17 ribu pulau karena negara maritim. Artinya untuk mengintegrasikan semua wilayah Indonesia dibutuhkan infrastruktur konektivitas yang juga semakin maju, semakin modern dan semakin terjangkau, accessible bagi semua," tuturnya.

Untuk topik ketiga, AHY akan mengangkat konsep rumah layak untuk masyarakat kepada investor-investor, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.

Pada pokoknya, topik ini akan berbicara tentang bagaimana lingkungan tempat tinggal masyarakat bisa diciptakan untuk meningkatkan kualitas hidup, sebagaimana program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo.

"Oleh karenanya kita berharap ini juga bisa disampaikan dan bisa didiskusikan, termasuk model transit oriented development di kota-kota besar yang kita berharap ini bisa mengurai kepadatan dan kemacetan, dan pada akhirnya produktivitas akan terjaga, daya saing kota dan komunitas juga akan semakin baik," paparnya.

"Dan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif juga bisa kita dukung melalui infrastruktur yang sekali lagi relevan dan dibutuhkan bagi pengembangan kedua sektor tadi," tambahnya.

Adapun untuk topik keempat yang diangkat AHY adalah terkait ketahanan lingkungan. Dimana intinya membicarakan soal menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan tetap menjaga lingkungan dan keindahan serta kekayaan alam Indonesia.

"Dan terakhir topik kelima, ini juga sangat penting dan mendasar. Justru ini salah satu tujuan utama kita menyelenggarakan konferensi ini. Kita ingin menghadirkan investasi di bidang infrastruktur. Kita senang kalau semakin banyak pihak, dan selama ini kita sudah berbicara dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri, banyak ketertarikan untuk menanamkan modalnya di Indonesia," ucapnya.

Oleh karena itu, melalui lima topik yang akan diangkat dalam Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 nanti, AHY ingin memberikan kepastian hukum dan penjelasan secara komprehensif soal investasi di Indonesia.

"Bahwa dengan skema yang sama-sama menang atau win-win solution, kita berharap semuanya mendapatkan keuntungan yang baik dari investasi di Indonesia. Kita butuh investasi, dan mereka juga tentunya akan mencari profit. Tetapi kita harus pastikan semua itu kredibel dan juga sustainable berkelanjutan," ungkapnya. 

"Jadi ini adalah sebuah forum yang baik untuk kita bisa mendapatkan dukungan, pendanaan, infrastruktur melalui skema investasi yang saling menguntungkan kerjasama pemerintah, dan badan usaha public-private partnership ini juga akan kita kedepankan," demikian AHY memastikan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya