Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Harga Emas Spot Anjlok, Perak Stabil

SELASA, 27 MEI 2025 | 09:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mengalami sedikit penurunan karena permintaan untuk aset aman menurun. 

Permintaan untuk aset aman seperti emas telah terdampak karena muncul tanda-tanda bahwa Gedung Putih mungkin membuat kemajuan dalam negosiasi dengan beberapa mitra dagang. 

Menurut perhitungan Bloomberg, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas mencatat arus keluar selama lima minggu berturut-turut sejak mencapai puncaknya pada level tertinggi dalam lebih dari setahun pada pertengahan April. 


Saat ini, investor mempertimbangkan prospek peningkatan hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Juga mempertimbangkan sejumlah risiko termasuk defisit AS yang membengkak, pembicaraan dagang yang sedang berlangsung, dan konflik yang memburuk di Timur Tengah dan Ukraina.

Emas batangan diperdagangkan mendekati 3.347 Dolar AS per ons, setelah turun 0,4 persen kemarin. 

Emas telah naik lebih dari seperempat pada tahun ini meskipun harga saat ini diperdagangkan sekitar 165 Dolar AS di bawah harga tertinggi sepanjang masa yang ditetapkan bulan lalu. 

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 3.346,59 Dolar AS per ons, pada pukul 03.12 GMT. 

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,6 persen menjadi 3.345,70 Dolar AS per ons.

Harga perak di pasar spot stabil di angka 33,46 Dolar AS per ons. Platinum turun 0,2 persen menjadi  1.093 per ons. Harga paladium naik 0,7 persen menjadi 999,90 Dolar AS per ons.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya