Berita

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Senin, 26 Mei 2025/RMOL

Pertahanan

Kapuspen TNI soal Letjen Djaka Dirjen Bea Cukai: Sudah Sipil, Boleh Kan?

SENIN, 26 MEI 2025 | 23:20 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan bahwa Letjen Djaka Budi Utama yang ditunjuk sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) di Bea Cukai Kemenkeu sudah pensiun dari jabatannya sebagai perwira aktif.

Hal itu disampaikan Kristomei menanggapi polemik mengenai pengangkatan Letjen Djaka sebagai Dirjen Bea Cukai yang dianggap menyalahi prosedur.

Ia menerangkan bahwa Letjen Djaka telah pensiun sejak pertengahan Mei 2025 lalu.


“Sudah pensiun Tanggal 14 Mei sudah pensiun,” kata Brigjen Kristomei di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Senin, 26 Mei 2025.

Pihaknya mengatakan surat keputusan pensiun Brigjen Djaka Budhi Utomo sudah keluar dan tidak masalah jika menjabat sebagai dirjen Bea Cukai.

“Presnya tentang pensiun sudah keluar, berarti sudah sipil. Boleh kan? Oke,” tutupnya.

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama yang baru dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku dirinya sudah mengajukan pengunduran diri dari TNI per 2 Mei 2025.

Djaka menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan surat menyurat untuk memproses pengunduran dirinya sebagai pensiunan Letnan Jenderal (Letjen). Namun, Surat Keputusan (SKEP) pensiunnya dari TNI memang belum terbit.

“Saya sudah melakukan surat-menyurat, pengunduran diri saya terhitung mulai tanggal 2 Mei. Tapi untuk SKEP kepastiannya tentunya by process dari Mabes TNI maupun dari Kepala Staf Angkatan Darat. Jadi status saya sudah, ya sekarang ini walaupun SKEP pensiunnya belum keluar tapi saya sudah mengundurkan diri,” ujar Djaka kepada Wartawan di Kantor Kemenkeu, Jumat, 23 Mei 2025.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya