Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia/RMOL

Politik

Bahlil Ngaku Belum Tahu Soal Rencana Diskon Listrik 50 Persen

SENIN, 26 MEI 2025 | 19:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengaku belum mengetahui rencana diskon tarif listrik 50 persen untuk pelanggan PLN dengan daya 1.300 VA ke bawah.

Padahal, kebijakan ini menjadi salah satu bagian dari enam paket stimulus ekonomi kuartal II tahun 2025 yang akan dikucurkan pemerintah pada Juni hingga Juli mendatang.

"Setahu saya kalau ada pemotongan atau apa pun dalam mekanismenya, selalu ada pembahasan dulu. Saya nggak tahu apakah di teknis sudah ada atau belum, saya belum tahu," kata Bahlil kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 26 Mei 2025.


Bahlil menegaskan, hingga kini dirinya belum menerima laporan apa pun soal rencana diskon listrik tersebut.

"Yang jelas sampai hari ini saya belum mendapat laporan itu," tambahnya.

Bahlil pun enggan berspekulasi lebih jauh sebelum ada kajian menyeluruh terkait rencana tersebut. Menurutnya, kebijakan subsidi seperti diskon tarif listrik harus mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kondisi fiskal negara dan koordinasi antarkementerian.

"Kita pelajari semuanya, untuk rakyat sudah pasti kita pelajari. Tapi kita harus perhatikan juga negara. Terus kalau bicara subsidi, tidak terlepas dari harus ada komunikasi dengan kementerian ESDM, Kementerian Keuangan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunikasi antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian maupun Kementerian Keuangan masih berjalan baik, meskipun belum ada pembahasan spesifik soal insentif listrik ini.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sendiri menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 1.300 VA selama dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025.

“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,” ujar Airlangga dalam keterangannya 

Airlangga menyebut, kebijakan tersebut menyasar 79,3 juta rumah tangga dan bertujuan membantu masyarakat kecil, sekaligus mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi kuartal II agar tetap berada di kisaran 5 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya