Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa/RMOLJatim

Nusantara

Khofifah Pastikan Hewan Kurban di Jatim Bebas PMK

SENIN, 26 MEI 2025 | 04:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan hewan kurban di Jatim jumlahnya surplus, serta dalam kondisi aman, sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sesuai dengan syariat islam.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyatakan bahwa Jatim siap menyuplai kebutuhan hewan ternak bagi provinsi yang membutuhkan. 

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah usai meninjau Peternakan Sapi Sawojajar Farm milik Syaiful Hidayat, yang berlokasi di Jl. Raya Ngawi Caruban, Prandon, Karang Tengah, Kabupaten Ngawi, Sabtu, 24 Mei 2025.


“Ketersediaan hewan kurban di Jatim dalam kondisi sangat cukup. Bahkan proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun 2025 surplus signifikan dibandingkan dengan ketersediaannya,” kata Gubernur Khofifah dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin, 26 Mei 2025.

“Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 98.388 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 526.987 ekor. Sehingga surplus 428.599 ekor,” lanjutnya. 

Untuk, hewan kambing proyeksi kebutuhan ada sebanyak 346.924 ekor dengan ketersediaan sebanyak 872.195 ekor sehingga surplus 525.271 ekor.

Begitu pula untuk domba proyeksi kebutuhannya adalah 66.352 ekor dengan ketersediaan sebanyak 292.251 ekor sehingga surplus 225.899 ekor. 

Sedangkan untuk kerbau, proyeksi kebutuhan 13 ekor dengan ketersediaan sebanyak 1.730 ekor sehingga surplus 1.717 ekor. 

"Bagi masyarakat di luar Jatim bisa mengakses hewan kurban karena ketersediaan hewan kurban  di Jatim cukup besar  untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat ," imbuhnya. 

Di kandang milik Syaiful Hidayat tersebut terdapat sekitar 158 ekor sapi potong, terdiri dari sapi lokal dan sapi hasil persilangan. 

Di Sawojajar Farm tersebut, Gubernur Khofifah meninjau langsung kondisi kesehatan sapi-sapi tersebut serta berdialog dengan pemilik peternakan dan petugas kesehatan hewan.

“Jelang Idul Kurban, kami telah mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit, terutama PMK. Kami memastikan bahwa hewan ternak kami sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” jelasnya. 

Guna menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang ada di Jatim, Disnak Jatim menyediakan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari Dokter Hewan Medik Veteriner 950 orang, Paramedik Veteriner 1.500 orang, pengawas bibit ternak 94 orang, pengawas mutu pakan 58 orang. 

Tahun ini, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan/antemortem dan pemeriksaan sesudah pemotongan/post mortem. 

Di sisi lain, Gubernur Khofifah mengapresiasi langkah dari Pemkab Ngawi yang membangun hilirisasi dengan memanfaatkan peternakan seperti sawojajar farm dan berdampak terhadap kualitas peternakan serta pelaku UMKM di Ngawi.

Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa menyambut Idul kurban, Disnak Jatim menyiapkan Juru Sembelih Halal (Juleha) sebanyak 3.254 orang. 

Nantinya, para Juleha tersebut akan diperbantukan melalui pemotongan ternak kurban di RPH dan di tempat tempat kurban di 38 kabupaten/kota se Jatim.

Secara berkala lanjut Gubernur Khofifah pemeriksaan dan pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat di berbagai titik penjualan, rumah potong hewan, dan peternakan. 

Sementara itu, terkait kekhawatiran masyarakat adanya PMK dan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak kurban, Gubernur menegaskan bahwa penyakit PMK dan LSD terus menurun secara signifikan dan terkendali hingga Mei 2025. 

Proses pengendalian terus dilakukan melalui bantuan vaksin, obat obatan, vitamin dan desinfektan dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Khofifah menyebut bahwa penerapan SOP lalu lintas ternak antar wilayah mampu menurunkan dan mengendalikan kasus PMK dan LSD pada hewan kurban. 

"Alhamdulillah PMK dan LSD pada hewan kurban baik kambing, domba dan sapi bisa dilaksanakan dengan menerapkan SOP lalu lintas ternak antar wilayah," sebutnya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur dalam memberi dukungan pemberian vaksin bagi para peternak. 

Ia menjelaskan, bahwa Pemkab Ngawi bersama sektor swasta berkomitmen dan bermitra dengan kelompok tani pembudidaya sapi sekitar sawojajar farm membuat tempe dan tahu. 

"Nantinya para peternak dan pelaku UMKM bisa memanfaatkan ampas tempe dan tahu untuk supporting pakan ternak dengan protein tinggi," ujarnya. 

"Alhamdulillah sawojajar farm ini ikut andil di dalam pembudidayaan sapi dan membantu pelaku UMKM di Ngawi," imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah berkesempatan melihat dari dekat Sapi bantuan masyarakat (Banmas) milik Presiden Prabowo berjenis Peranakan Onggole (PO) usia 7-8 tahun tinggi 170 cm, dengan bobot 1.011 kg dari Kabupaten Ngawi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya