Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka/Istimewa

Politik

Julukan Gibran Wapres Terbaik Terlalu Subjektif

JUMAT, 23 MEI 2025 | 13:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan politikus PSI, Ade Armando, yang menyebut Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden terbaik sepanjang sejarah Indonesia memicu perdebatan publik. 

Banyak pihak menilai pernyataan itu terlalu subjektif dan belum memiliki dasar penilaian yang valid secara kinerja.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut, belum ada ukuran atau bukti sahih yang bisa dijadikan pegangan untuk menilai kinerja Gibran sebagai Wapres, apalagi menyematkan gelar "terbaik sepanjang sejarah".


“Itu menjadi pertanyaan yang cukup kuat, bahkan cukup ramai dibahas di kelompok-kelompok kritis dan ruang sosial secara umum,” kata Adi lewat kanal YouTube pribadinya, Jumat 23 Mei 2025.

Menurut Adi, penilaian Ade terhadap Gibran memang tidak mengejutkan. Karena sejak awal Ade Armando dan PSI merupakan pendukung setia Gibran. 

Sejak Gibran tampil di panggung politik nasional, Ade kerap memberikan pandangan positif dan apresiasi tinggi terhadap putra sulung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu.

“Kalau kita baca argumen Ade Armando secara umum memang selalu memberikan apresiasi yang cukup luar biasa ke Gibran,” jelas analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Adi pun menekankan, penilaian terhadap kualitas seorang wapres seharusnya didasarkan pada capaian konkret selama masa jabatan. 

Sementara Gibran sendiri baru menjabat sekitar tujuh bulan, waktu yang dinilai belum cukup untuk membuat evaluasi menyeluruh kinerjanya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya