Berita

Unit Identifikasi dan Forensik (INAFIS) Polrestabes Palembang melakukan olah TKP tempat kerenet mobil pikap yang tertembak peluru nyasar/RMOLSumsel

Nusantara

Kernet Mobil Pikap Tertembak Peluru Nyasar saat Bongkar Muat Gas LPG

KAMIS, 22 MEI 2025 | 05:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kernet mobil pikap bernama Ari Karnedi (30) mengalami luka tembak di kaki kirinya saat tengah membongkar muat tabung gas LPG 3 kg di sebuah warung kelontong di Jalan Banten VI, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Selasa 20 Mei 2025 sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif. Luka yang dialami diduga akibat terkena peluru nyasar yang mengenai bagian telapak kaki kiri dan tembus hingga tumit kanan.

Ibrahim (31), sopir mobil pikap sekaligus rekan kerja korban, mengatakan saat kejadian mereka tengah membongkar sekitar 100 tabung gas LPG 3 kg. Ketika tabung tersisa sekitar 20 buah, Ari tiba-tiba meringis kesakitan sambil memegangi kakinya yang mengucurkan darah.


“Banyak darah keluar, kami langsung bawa ke rumah sakit,” ujar Ibrahim dikutip dari RMOLSumsel.

Usai kejadian, korban dan saksi sempat mencari penyebab luka tersebut dan menemukan benda yang diduga proyektil peluru di atas bak mobil pikap berwarna hitam dengan nomor polisi BG 8605 KK.

“Pelurunya ditemukan di bak mobil, di dekat tempat korban berdiri,” kata Ibrahim.

Ari yang merupakan warga Jejawi, Lubuk Ketepeng, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), telah membuat laporan resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. 

Kapolsek SU II Palembang Kompol Dedy Ardiansyah belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan singkat dan telepon WhatsApp.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya