Berita

Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus/Ist

Politik

Dailami Firdaus Tolak Uang Judi untuk Pemasukan Negara

RABU, 21 MEI 2025 | 23:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus menolak keras usulan melegalkan judi offline sebagai salah satu sumber pendapatan penghasilan negara.

Dailami memastikan, perjudian baik online maupun offline dengan apapun bentuknya merusak moral masyarakat dan dapat menjerumuskan para pelakunya dalam kesengsaraan di balik mimpi atau harapan kekayaan semu dari judi.

"Saya tegas menolak uang haram dari judi menjadi salah satu sumber penghasilan negara," kata Dailami melalui keterangan tertulisnya, Rabu 21 Mei 2025.


Pimpinan Komite III DPD RI ini mengatakan, Indonesia memiliki berbagai potensi sumber penghasilan negara yang belum digarap secara optimal. Misalnya, 
potensi sumber daya dan keindahan alam Indonesia.

"Bila alasannya untuk mendatangkan wisatawan asing agar tertarik berlibur ke Indonesia, maka solusinya perbaiki fasilitas destinasi wisata dan berikan serta perlihatkan kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah," kata Dailami.

Senator dari Dapil DKI Jakarta ini mengungkapkan, wacana melegalkan kasino adalah bentuk kebuntuan dalam mencari sumber pendapatan bagi negara. Sehingga, ada upaya nekat mencampuradukan yang haq dan batil.

"Kita ingin Indonesia tidak menjadi negeri yang dilaknat Allah karena banyak kemungkaran. Tapi, kita ingin negeri ini mejadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," kata Dailami.

Dailami menginginkan pemerintah juga lebih serius melakukan penguatan di sektor ekonomi kreatif dengan melibatkan para pemuda.

"Prinsipnya, masih banyak jalan lain yang lebih positif dan baik untuk menghasilkan sumber pendapatan negara dengan tidak melanggar perintah agama," pungkas Dailami.



Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya