Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia/tangkapan layar

Politik

Bahlil Lapor Puluhan Blok Migas Mangkrak

RABU, 21 MEI 2025 | 20:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Puluhan blok migas di Indonesia dilaporkan mangkrak meski telah mendapatkan persetujuan rencana pengembangan atau PoD (Plan of Development).

Laporan puluhan blok migas yang mangkrak tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan IPA Convention and Exhibition (Convex) ke-49, Rabu, 21 Mei 2025.

“Saya laporkan bahwa saat ini ada 10 wilayah kerja yang sudah PoD, tapi mangkrak enggak menjalankan,” kata Bahlil.


Padahal jika blok-blok tersebut mulai berproduksi, potensi tambahan lifting minyak nasional bisa mencapai 31.300 barel per hari.

Selain itu, lanjut dia, terdapat 17 blok migas lain yang juga sudah mendapat PoD namun belum digarap sama sekali.

"Ada yang sudah jalan sekitar 17 PoD dengan total produksi 360 juta barel minyak dan 18.351 BCF (miliar kaki kubik) gas, ini juga belum kita jalankan," jelasnya.

Untuk mendorong realisasi pengembangan, pemerintah akan menarik kembali wilayah kerja dari tangan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tidak menjalankan kewajibannya dalam kurun lima tahun.

“Bagi KKKS yang sudah kita serahkan kewenangannya tapi masih lambat, mohon maaf pak secara undang-undang, 5 tahun kita harus tarik kepada negara dan kita tawarkan kepada KKKS lain yang mau mengerjakan,” tegas Bahlil.

Penertiban ini, lanjutnya, tidak hanya menyasar KKKS swasta, tetapi juga perusahaan negara (BUMN).

"Ini tanpa pandang bulu, kalau bapak (Prabowo) izinkan tidak hanya swasta BUMN pun kita lakukan, pasti KKKS swasta agak ketawa mendengar ini kata mereka, 'ah ada mainan baru',” ucapnya.

Bahlil juga membeberkan rencana pemerintah untuk melelang 60 blok migas baru dalam waktu 2 hingga 3 tahun ke depan guna mendorong eksplorasi dan meningkatkan produksi nasional.

“Kami umumkan bahwa masih ada 60 wilayah kerja yang kita akan tenderkan pada waktu 2,3 tahun ke depan,” katanya.

Beberapa wilayah disebut sangat potensial karena mengandung cadangan migas berskala besar, seperti di Selat Makassar.

“Nah 60 (blok migas) ini atas arahan Bapak Presiden, kami mohon arahan kalau memang bisa cepat kita laksanakan, maka kita akan lakukan. Bahkan di beberapa area seperti di Selat Makassar, lapangan Geng North itu area lama tapi pengembangan harus kita lakukan,” pungkas Bahlil.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya