Berita

Sarasehan Aktivis Lintas Generasi bertema "Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi" di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu 21 Mei 2025/RMOL

Politik

Tugas Aktivis Bukan Memperingati, Tapi Ulangi Reformasi

RABU, 21 MEI 2025 | 17:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peran para aktivis reformasi saat ini bukan sekadar memperingati masa lalu, tetapi mengulang kembali semangat dan tindakan perubahan yang pernah dilakukan pada 1998. 

Hal itu ditegaskan pengamat politik Rocky Gerung dalam Sarasehan Aktivis Lintas Generasi bertema "Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi" yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu 21 Mei 2025.

"Judul acaranya saja sudah salah, 'memperingati aktivis 98'. Yang perlu kita lakukan adalah mengulangi reformasi, bukan memperingatinya," ucap Rocky.


Ia menyinggung bahwa sejak awal, kata 'reformasi' sejatinya adalah bentuk kompromi. Pada awal 97-98, diungkap Rocky, kata yang muncul dari mahasiswa dan LBH adalah revolusi, bukan reformasi. 

Tapi karena gugup dengan konotasi kiri, maka digunakan kata reformasi yang lebih lunak. Belakangan muncul istilah reformasi total yang dibuat agar terlihat lebih radikal, namun tetap kompromistis. 

"Bahkan diubah reformasi jadi restorasi," ungkap akademisi yang akrab disapa RG itu.

Akibat kesalahan epistemik dari gerakan reformasi, lanjut Rocky, Indonesia tak pernah benar-benar berpindah dari satu rezim ke rezim baru. 

"Transformasi adalah gerak keluar dari, lalu gerak masuk ke. Tapi yang kita lakukan baru gerak keluar dari, dan takut masuk ke,” pungkasnya.

Rocky menutup dengan seruan bahwa produksi pemikiran harus diutamakan sebelum kemarahan mengambil alih. Karena momen ini bisa jadi ukuran terakhir dari konsolidasi aktivis lintas generasi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya