Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Token Digital Wujudkan Mimpi Petani Emas

SELASA, 20 MEI 2025 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dunia digital semakin berwarna dengan hadirnya OneGold. Bukan sekadar token, OneGold.io hadir menawarkan sesuatu yang berbeda dan lebih berdampak, yaitu sebagai token digital yang mewakili aktivitas ekonomi riil para penambang emas rakyat Indonesia.

Berbekal semangat pemberdayaan dan teknologi blockchain, OneGold menciptakan ekosistem baru yang menghubungkan dunia Web3 dengan denyut nadi ekonomi akar rumput.

"Di balik setiap gram emas, ada cerita. Seorang bapak tua yang setiap hari menyusuri sungai untuk mencari serpihan logam mulia. Sekelompok pemuda desa yang gotong royong mengolah tambang kecil, berharap bisa menyekolahkan adik-adiknya. Mereka inilah 'gold farmer' sejati yang selama ini berada di ujung rantai ekonomi, tapi tak pernah merasakan nilai sebenarnya dari apa yang mereka hasilkan," ujar Campaign Director OneGold Safira Isa dikutip dari keterangan resmi yang dikutip Selasa 20 Mei 2025. 


Pendekatannya berupa cadangan emas yang dihasilkan langsung oleh tambang rakyat milik petani emas lokal. Usaha itu didukung penuh oleh Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) yang kini diberi panggung dalam ekonomi global. APRI sendiri menaungi lebih dari 4 juta penambang tradisional di berbagai pelosok negeri. 

Melalui teknologi blockchain berbasis BEP20 yang cepat, hemat biaya, dan transparan, setiap token OneGold mencerminkan kerja, nilai sosial, dan dampak lingkungan yang bisa dilacak secara real-time.

OneGold.io hadir untuk memberi nilai lebih pada kerja keras petani emas serta mengembalikan emas ke tangan mereka dalam bentuk token yang bernilai dan bisa diakses secara global.

Dengan teknologi blockchain, hasil kerja para petani emas tak lagi dikuasai segelintir pihak. Semua transparan, semua terlacak.

Disiapkan akses awal bagi investor yang dimulai sejak beberapa hari lalu dengan harga diskon. 

Total suplai token untuk seluruh presale mencapai 444,4 juta unit dengan target dana 3,4 juta Dolar AS. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk pelatihan penambang, peningkatan keselamatan kerja, hingga pengembangan alat dan ekosistem pendukung.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya