Berita

Duta Besar Djauhari Oratmangun dalam soft launching film Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia, di Wisma Duta Besar RI, Beijing, China/KBRI Beijing

Politik

KBRI Beijing Dorong Diplomasi Budaya Lewat Film

Soft Launching Film Assalamualaikum Beijing 2: Lost In Ningxia
SELASA, 20 MEI 2025 | 04:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing bekerja sama dengan rumah produksi Imperial Pictures menyelenggarakan soft launching film Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia, di Wisma Duta Besar RI, Beijing, China, Minggu 18 Mei 2025. 

Soft launching
yang dihadiri lebih 150 Warga Negara Indonesia di Beijing, termasuk pelajar, komunitas pengajian, hingga pegiat budaya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui perfilman yang menjangkau lintas lintas bangsa.

Turut hadir pula perwakilan media dan pelaku industri perfilman China. Dari Indonesia, hadir aktris pemeran Assalamualaikum Beijing 2 Yasmin Napper, sutradara Guntur Soeharjanto, dan musisi muda Hanin Dhiya yang turut mengisi acara.


Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun mengatakan, film memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun kepercayaan, menyampaikan nilai, dan mempererat hubungan antar masyarakat.

“People-to-people connection adalah  jantung dari hubungan antarbangsa. Ketika cerita di layar menyentuh hati, batas  geografis dan perbedaan budaya mencair. Film seperti ini menjadi jembatan yang  mempertemukan kita, bukan hanya sebagai bangsa, tapi sebagai manusia,” kata Dubes Djauhari melalui keterangan resmi yang diterima Selasa 20 Mei 2025.

Acara ini juga menjadi ajang diskusi strategis mengenai potensi kerja sama perfilman antara Indonesia dan China. Dalam dialog  yang dipandu oleh Duta Besar Djauhari bersama para pelaku industri, disoroti bahwa  industri film memiliki dampak ekonomi dan sosial yang besar, termasuk sebagai alat  diplomasi, promosi budaya, dan penggerak sektor pariwisata.

Duta Besar Djauhari menekankan pentingnya model kolaborasi lintas negara seperti  yang ditunjukkan dalam film ini, yang mengambil lokasi syuting di Ningxia dan Indonesia, sebagai strategi untuk menjangkau pemirsa kedua negara serta  mendorong pertukaran nilai budaya. 

“Dengan populasi gabungan hampir 1,7 miliar  jiwa, Indonesia dan China menyimpan potensi pasar film yang sangat besar," kata Dubes Djauhari.

Produksi bersama lintas negara dapat menjadi sarana strategis untuk membangun  kedekatan emosional sekaligus memperkenalkan destinasi unggulan, produk kreatif,  dan wajah Indonesia yang ramah.

Diskusi juga mencakup peluang kerja sama teknis di bidang pelatihan perfilman, distribusi film, serta kemungkinan menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting  produksi Tiongkok ke depan. KBRI Beijing berkomitmen untuk memfasilitasi inisiatif inisiatif kreatif yang memperkuat ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif Indonesia  di pasar internasional.

Film Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia mengisahkan perjalanan Aisha (Yasmin Napper), seorang jurnalis muda Indonesia yang menemukan makna baru tentang cinta, identitas, dan spiritualitas saat menyusuri wilayah Ningxia.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 Juni 2025, dan diharapkan  dapat menjangkau pasar China dalam waktu dekat.

Peluncuran ini ditutup dengan penampilan Hanin Dhiya yang menampilkan lagu-lagu original soundtrack dari film Assalamualaikum Beijing2: Lost in Ningxia dan ramah tamah. 

Mengutip kata Dubes Djauhari, kadang film adalah cara terbaik bangsa-bangsa saling  mengenali, bukan lewat peta atau angka, melainkan lewat wajah-wajah, bisikan hati,  dan cahaya yang bergerak di layar. Di sanalah, hubungan itu tumbuh, dalam cerita yang kita bagi bersama.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya