Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Merah Putih KPK, Senin 19 Mei 2025/RMOL

Politik

Datangi KPK, Dedi Mulyadi Konsultasi Realokasi Anggaran Rp5 Triliun

SENIN, 19 MEI 2025 | 14:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tampak sangat serius dalam menjalankan program-programnya yang bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya program mengirim siswa bermasalah di Jawa Barat ke barak militer. 

Keseriusan Dedi terlihat saat mengunjungi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 19 Mei 2025, untuk berkonsultasi terkait kebijakan realokasi anggaran besar-besaran yang tengah dilakukan Pemprov Jawa Barat.

Dedi mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengalihkan anggaran rutin ke pos-pos pembangunan yang dianggap lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya dibutuhkan untuk melaksanakan program pelatihan siswa nakal di barak militer.


“Pertama program itu kan gini, kita akan menceritakan realokasi anggaran. Ada Rp5 triliun lebih, ada realokasi anggaran. Realokasi anggaran itu mengubah belanja rutin pemerintah yang dianggap selama ini memboroskan anggaran pemerintah," papar Dedi kepada wartawan, Senin 19 Mei 2025. 

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi menjelaskan, penghematan yang dilakukan di antaranya di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di bidang pendidikan yang mencapai lebih dari Rp700 miliar. Ia menilai belanja tersebut tidak sejalan dengan kebutuhan utama sekolah-sekolah.

“Kemudian alokasi-alokasi belanja publik tapi tidak memiliki kepentingan publik. Misalnya di dunia pendidikan, ada belanja Rp700 miliar lebih untuk TIK. Sedangkan yang dibutuhkan oleh dunia pendidikan adalah ruang kelas baru,” jelas KDM. 

KDM juga menyoroti pos anggaran rutin lainnya seperti perjalanan dinas dan sosialisasi yang kini digeser ke infrastruktur dasar, seperti pembangunan ruang kelas, jalan, dan jaringan listrik.

“Sehingga anggaran itu digeserkan menjadi ruang kelas baru. Kemudian ada belanja rutin perjalanan dinas pemerintah. Yang dibutuhkan oleh pemerintah hari ini adalah jalan rakyat, bukan perjalanan dinas,” ucapnya.

“Sehingga ada realokasi dari Rp700 miliar menjadi Rp2,4 triliun. Nah kemudian ada sosialisasi yang biasa dibelanjakan oleh pemerintah. Yang dibutuhkan oleh masyarakat hari ini adalah banyaknya hampir 240 ribu rakyat Jawa Barat tidak punya listrik,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan berkarakter, Pemprov Jabar juga meluncurkan program pembinaan bagi remaja dengan perilaku buruk, seperti pelaku tawuran, peminum alkohol, hingga pecandu game daring. Mereka kini menjalani pendidikan kedisiplinan di barak khusus.

“Nah seluruh rangkaian itu di dalamnya itu kan ada program pendidikan berkarakter, yang di dalamnya mengubah anak-anak dari punya sikap agresif tawuran, minum-minuman keras. Kemudian korban game online mengikuti pendidikan kedisiplinan,” kata KDM.

Menurut politikus Gerindra ini, program ini telah menunjukkan hasil positif dan dilaksanakan atas rekomendasi para psikolog. Ia meyakini anggaran yang digelontorkan untuk program ini bersifat produktif.

“Dan insyaAllah berdasarkan rekomendasi dari psikolog, dimungkinkan mereka besok sudah bisa meninggalkan barak untuk angkatan pertama. Nah itu di dalamnya ada dan insya Allah anggarannya produktif,” tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya