Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo di tengah-tengah kader PSI/Ist

Politik

Suara PSI Diyakini Melejit Jika Dipimpin Jokowi

MINGGU, 18 MEI 2025 | 16:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kabar Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi masuk bursa calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikomentari Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono.

Arief menyambut positif kabar tersebut dan meyakini bahwa kehadiran Jokowi akan menjadi energi besar bagi partai berlambang bunga mawar itu di kancah politik nasional.

"Kalau dia jadi Ketum PSI maka suara PSI akan naik hingga 25 persen dan jadi pemenang di pemilu juga pilpres 2029," kata Arief lewat akun X miliknya, Minggu 18 Mei 2025.


Ia menambahkan, popularitas Jokowi di mata rakyat masih sangat tinggi. Hal ini dinilainya bisa mendongkrak elektabilitas partai yang saat ini dipimpin Kaesang Pangarep secara signifikan. 

Lebih jauh, Arief bahkan menyebut dengan skenario tersebut, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, bisa melaju menjadi Presiden RI ke-9.

"Pokoknya joss, PSI di tahun 2029 siap mengalahkan partai-partai besar yang selama ini sudah banyak dosanya ke rakyat. Maju terus kawan Joko Widodo," pungkas Arief Poyuono.

Jika ditarik ke belakang, hampir semua kader dan simpatisan PSI teridentifikasi sebagai pendukung setia Jokowi. Bahkan saat masih menjabat presiden, elite PSI sering kali tampil terdepan membela Jokowi dari berbagai kritik dan serangan oposisi.

Usai tidak lagi bersama PDIP, spekulasi bahwa PSI menjadi ‘rumah baru’ bagi Jokowi pun semakin kuat. Hubungan personal dan ideologis yang sudah terbangun lama menjadikan skenario ini sangat masuk akal.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya