Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham/RMOL

Politik

Jokowi Calon Ketum PSI, Idrus Marham: Golkar Tak Kecewa

SABTU, 17 MEI 2025 | 21:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar tak masalah dengan rencana Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi menjadi salah satu kandidat calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham berpandangan bahwa hal itu sepenuhnya hak dari Jokowi sebagai warga negara. 

“Saya kira begini, jadi konstitusi menjamin bahwa tiap warga negara itu memiliki hak,” kata Idrus kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Sabtu 17 Mei 2025. 


Lagipula, kata Idrus, Jokowi merupakan mantan presiden dua periode, sehingga ia tidak berkapasitas memberikan saran bahkan masukan terkait kontestasi di PSI. 

“Pak Jokowi ini mantan presiden 10 tahun, masak kita mau ngajarin mantan presiden? Beliau jauh lebih berpengalaman dan tentu punya pertimbangan-pertimbangan baik pertimbangan secara ideal maupun secara praktis,” kata mantan Menteri Sosial (Mensos) ini. 

Ditanya lebih jauh mengenai batalnya Jokowi berlabuh ke Partai Golkar jika maju sebagai Ketum PSI, Idrus menegaskan bahwa pihaknya tak merasa kecewa dengan keputusan politik tersebut.

“Persoalan itu kan masalah hak pribadi dan Partai Golkar ini sebagai partai terbuka milik rakyat, go public itu nggak ada pemilik-pemilik saham yang mayoritas. Semua sama,” tuturnya. 

“Jadi, tidak bisa kita mengatakan ada kecewa atau tidak tetapi kita belajar dan Golkar sudah belajar memahami dan menerima realitas politik yang ada,” demikian Idrus.

Sebelumnya, Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi memberikan sinyal bakal maju sebagai kandidat Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jokowi mengatakan hal itu masuk dalam perhitungannya.

“Iya, masih dalam kalkulasi, jangan sampai kalau saya maju malah kalah," kata Jokowi di Solo, Rabu, 14 Mei 2025.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya