Berita

Tim Juara 1, 2, 3 Makassar Open Tournament Domino 2025/Istimewa

Olahraga

Makassar Open Tournament Domino 2025: Kemenangan Bukan Cuma Soal Keberuntungan

KAMIS, 15 MEI 2025 | 23:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kesuksesan Akbar S Mandha dan rekan setimnya keluar sebagai juara Makassar Open Tournament Domino 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang menarik banyak peserta dari berbagai daerah, membuat dirinya jadi pusat perhatian. Meskipun Akbar telah dikenal dalam turnamen-turnamen kecil, kemenangan di ajang tingkat nasional ini menandai tonggak penting dalam kariernya di dunia olahraga intelektual ini.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kompetisinya sangat ketat dan semua lawan sangat tangguh,” ujar Akbar, melalui keterangannya, Kamis 15 Mei 2025. 

Saat ditanya tentang rahasia kesuksesannya, Akbar dengan rendah hati menyebut bahwa kemenangan bukan hanya soal keberuntungan. Melainkan juga hasil dari fokus, konsentrasi tinggi, dan koordinasi yang mulus dengan rekan mainnya. 


“Hal terpenting adalah tidak saling menyalahkan ketika melakukan kesalahan, dan tetap tenang meski dalam posisi tertinggal. Partner yang ideal harus bisa bekerja sama, tidak egois, dan memahami cara berpikir kita. Kekompakan sangatlah krusial,” ungkapnya.

Akbar pun serius mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen ini. Ia dan rekannya rutin berlatih setiap hari. Ia percaya bahwa memilih partner yang tepat adalah pondasi utama menuju kemenangan. 

Persiapan makin kuat karena turnamen ini disponsori oleh Higgs Games Island (HGI), sebuah platform yang sudah ia kenal sejak lama. Akbar mengaku sering bermain domino di HGI, dan memanfaatkan platform tersebut untuk mengasah strategi serta insting bermainnya.

Akbar pun menyampaikan terima kasih yang tulus kepada panitia dan sponsor, dan menyebutkan bahwa ini adalah ajang terbesar yang pernah ia ikuti di Makassar. 

Ia berharap HGI dan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) dapat memperluas penyelenggaraan turnamen ini ke banyak provinsi lain. Sehingga makin banyak pemain lokal yang bisa menunjukkan kemampuan mereka.

Sementara itu, posisi runner up diraih Muhammad Tasbi, pemain berpengalaman dari Jawa. Tasbi pernah menjuarai kompetisi serupa pada 2023, dan videonya saat menjadi juara sempat viral di TikTok. 

“Saya sudah ikut banyak kompetisi, dan berbagi pengalaman serta wawasan dengan pemain lain di setiap acara selalu memberikan kepuasan tersendiri,” katanya.

Berbeda dari pemain yang mengandalkan taktik-taktik tertentu, Tasbi percaya bahwa bermain domino tanpa menggunakan kode atau sinyal rahasia adalah tes sejati kecerdasan. Di kompetisi ini, ia merasa bahwa semua pemain memiliki kapasitas intelektual yang setara. Hal yang membedakan hanyalah sinergi dan kekompakan dengan pasangan, serta kemampuan menghitung dan mengingat, bukan semata-mata keberuntungan.

Seperti Akbar, Tasbi juga sudah akrab dengan HGI sejak 2017. 

Selain kemampuannya yang luar biasa, sikap dermawannya juga patut diacungi jempol. Ia memilih untuk tidak menikmati hadiah uangnya sendiri, melainkan membaginya dengan keluarga dan menyumbangkan kebutuhan pokok ke panti asuhan setempat. 

Bagi Tasbi, rezeki harus terus mengalir dan dibagikan agar membawa berkah. 

“Kalau kita berbagi kasih, Tuhan pasti membalas dengan rezeki yang lebih,” ujarnya. 

Tasbi berharap turnamen offline seperti ini bisa terus diadakan di berbagai kota. Karena tak hanya mengasah daya pikir dan konsentrasi, tapi juga memperluas jejaring sosial. 

“Latihan rutin tidak menjamin kemenangan—tapi bayangkan apa jadinya kalau tidak pernah latihan sama sekali,” pesan Tasbi mengingatkan sesama pemain. 

Keberhasilan Akbar dan Tasbi membuktikan bahwa kompetisi domino lebih dari sekadar pertandingan. Ini adalah gambaran nyata bagaimana semangat, kerja sama tim, dan ketekunan bisa menghasilkan keunggulan. 

Pencapaian mereka mencerminkan upaya berkelanjutan dari HGI dan Pordi dalam memajukan olahraga intelektual di Indonesia. Juga tidak hanya menunjukkan daya tarik kompetitif permainan domino, tapi juga menjadi perwujudan dari visi HGI dan Pordi: "Mengangkat domino Indonesia sebagai cabang olahraga intelektual yang diakui dunia."

Di mana HGI telah menurunkan hambatan partisipasi melalui platform digitalnya, sementara Pordi menyediakan ruang interaksi lewat turnamen offline. Bersama-sama, keduanya membangun ekosistem olahraga intelektual yang berkembang pesat di seluruh Indonesia. 

Seiring semakin banyak pemain seperti Akbar dan Tasbi yang beralih dari latihan daring ke kompetisi luring, dari hobi pribadi menjadi keterlibatan komunitas, kita tidak hanya menyaksikan pertumbuhan sebuah olahraga, melainkan perwujudan visi besar. 

Di mana olahraga intelektual menghubungkan manusia, melampaui batas wilayah dan budaya, menumbuhkan pola pikir strategis melalui persaingan, dan menyebarkan semangat sportivitas melalui interaksi, hingga akhirnya mendorong budaya olahraga intelektual Indonesia menuju panggung dunia. 

Kemenangan mereka bukan hanya kejayaan pribadi, tapi juga menjadi inspirasi bagi para pecinta olahraga intelektual di seluruh Indonesia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya