Berita

Duta Besar RI di Madrid, Muhammad Najib/Repro

Dunia

Dubes Najib: Pergeseran Ekonomi Global ke Asia, Indonesia Harus Ambil Peran Strategis

KAMIS, 15 MEI 2025 | 18:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pergeseran gravitasi ekonomi dunia dari kawasan Atlantik ke Asia Pasifik menjadi sorotan utama dalam seminar internasional bertema “Peran China dan India di Tingkat Global Saat Ini” yang diselenggarakan di kantor CASA Asia, Madrid. 

Duta Besar RI di Madrid, Muhammad Najib, turut hadir dalam forum tersebut dan menegaskan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam dinamika global yang tengah berubah.

“Banyak yang menarik yang saya catat. Kita tentu melihat semua ini harus dengan kacamata optimis bahwa ada peluang besar bagi kemajuan Asia, tapi pada saat yang bersamaan jangan dilupakan bahwa di antara negara-negara Asia itu sendiri juga ada kompetisi dan kolaborasi,” ujar Najib dalam video yang diunggah di kanal Youtube Wisma Duta RI Madrid yang dilihat redaksi pada Kamis, 15 Mei 2025. 


Dalam seminar tersebut, Duta Besar Tiongkok, Yao Jing, menekankan bahwa China tetap berpegang pada kepentingan nasionalnya, terutama di sektor ekonomi, namun juga memiliki visi untuk tumbuh bersama negara mitra. 

“China berusaha untuk memperjuangkan national interest mereka, khususnya bidang ekonomi. Tetapi pada saat bersamaan, China juga ingin partner-nya bisa maju bersama,” kata Najib mengutip Yao Jing.

Stabilitas politik dan keamanan disebut Yao sebagai fondasi penting bagi pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, selain terus mendorong pertumbuhan ekonominya, China juga berupaya mencegah potensi konflik, baik di tingkat regional maupun global.

Sementara itu, Duta Besar India, Patnaik, mengingatkan pentingnya melihat sejarah sebagai pelajaran. Ia menyatakan bahwa dua perang dunia besar justru terjadi di kawasan Atlantik dan Eropa, bukan Asia. 

“Karena itu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan bahwa pergeseran gravitasi ekonomi ke kawasan Asia Pasifik akan menimbulkan gesekan-gesekan tertentu,” ujar Najib menirukan pernyataan Patnaik.

Dalam forum tersebut, para pejabat, akademisi, dan pengusaha Spanyol menunjukkan perhatian besar terhadap perubahan arus kekuatan global ini. 

Duta Besar Najib mencatat bahwa peningkatan kunjungan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, ke berbagai negara Asia, seperti China, Jepang, Korea, India, dan kawasan ASEAN, merupakan bukti ketertarikan dan respon aktif Spanyol terhadap tren tersebut.

“Bagi Spanyol, semuanya dilihat sebagai sebuah realitas yang perlu dicermati dan dimanfaatkan sebagai peluang,” terang Dubes Najib.

Seorang profesor dari Madrid bahkan menyatakan bahwa kemunculan kekuatan baru seperti BRICS atau Global South tidak semestinya dilihat sebagai ancaman. 

“Munculnya BRICS atau kekuatan Global South itu seharusnya dilihat sebagai opportunity, bukan ancaman,” kutip Najib dari pernyataan profesor tersebut.

Di tengah perubahan lanskap global, Dubes Najib menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Ia mengajak semua pihak untuk melihat peluang ini secara strategis.

“Bagaimana Indonesia bisa ikut serta pada gerbong yang ikut maju ke depan, khususnya secara ekonomi, sains, dan teknologi, sehingga kemudian kita bisa berharap akan bermuara pada kemakmuran masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.

Seminar ini menjadi pengingat bahwa kebangkitan Asia bukan sekadar narasi, melainkan kenyataan global yang harus disikapi dengan kesiapan, kolaborasi, dan strategi jangka panjang, termasuk oleh Indonesia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya