Berita

Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera saat membacakan deklarasi di hadapan para delegasi dari negara-negara anggota OKI Kompleks Parlemen, Jakarta, 15 Mei 2025/Ist

Politik

Deklarasi Jakarta Bawa Pesan untuk Kemerdekaan Palestina

KAMIS, 15 MEI 2025 | 17:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) resmi ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jakarta oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Mardani Ali Sera. 

Acara yang digelar pada 12–15 Mei 2025 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta ini menghasilkan komitmen bersama parlemen negara-negara Islam untuk memperjuangkan perdamaian global, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta membela hak-hak rakyat Palestina dan komunitas Muslim di seluruh dunia.

“Deklarasi Jakarta sebagai wujud komitmen bersama parlemen Islam dunia dalam memperjuangkan perdamaian global, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan komunitas Muslim secara global,” ujar Mardani saat membacakan deklarasi di hadapan para delegasi dari negara-negara anggota OKI di Kompleks Parlemen, Jakarta, 15 Mei 2025.


Dalam deklarasi tersebut, PUIC menegaskan kembali pentingnya solidaritas dunia Islam dalam menghadapi ketidakadilan global serta mendukung perjuangan rakyat Palestina. 

“Deklarasi juga menjadi penanda tekad bersama untuk memperkuat institusi yang transparan, akuntabel, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Deklarasi Jakarta turut menyoroti isu-isu mendesak seperti agresi militer Israel di Gaza, meningkatnya Islamofobia secara global, dan pentingnya penguatan lembaga negara yang tangguh dan akuntabel. 

“PUIC menyerukan serangan militer Israel harus segera dihentikan, membebaskan tahanan Palestina, serta dukungan penuh terhadap solusi dua negara dan keanggotaan penuh Palestina di berbagai forum internasional,” tegas Mardani. 

Isu lainnya yang menjadi perhatian adalah konflik antara Pakistan dan India. Dalam deklarasi disebutkan, PUIC juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendorong penyelesaian damai atas seluruh persoalan yang belum tuntas termasuk sengketa Jammu dan Kashmir sesuai dengan aspirasi rakyat Kashmir dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

“PUIC juga mendesak kedua negara untuk menahan diri, menghindari eskalasi yang bisa mengganggu stabilitas kawasan dan menegakkan prinsip hukum internasional serta perlindungan terhadap warga sipil,” tegasnya lagi. 

Selaras dengan tema besar konferensi tahun ini, Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience, Deklarasi Jakarta menekankan pentingnya penguatan peran dan kapasitas kelembagaan PUIC dalam menjawab berbagai tantangan global. 

“Seruan untuk reformasi kelembagaan PUIC agar menjadi organisasi antar parlemen yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan global, pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik, pemberdayaan pemuda dan perempuan, dan peningkatan kerja sama teknologi,” imbuh Mardani. 

Sebagai tindak lanjut konkret, deklarasi juga menyebut bahwa Sekretaris Jenderal PUIC diberikan kewenangan untuk menindaklanjuti butir-butir pernyataan dan melaporkan implementasinya kepada Troika PUIC dalam waktu enam bulan ke depan.

Konferensi PUIC ke-19 ini dibuka dan ditutup oleh Ketua DPR, Puan Maharani, sementara Presiden Prabowo Subianto juga hadir dalam pembukaan dan memberikan sambutan pada Rabu malam, 14 Mei 2025. 

Indonesia komitmen terhadap semangat sidang PUIC. Di antaranya mendukung Kemerdekaan Palestina dan penguatan lembaga PUIC dalam membawa kebaikan buat negeri-negeri Muslim.

Konferensi tahun ini diikuti oleh 38 negara dari total 54 anggota OKI. Konferensi PUIC-19 merupakan bagian dari agenda Organisasi Kerja Sama Islam yang merupakan forum kerja sama antar parlemen negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya