Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar/RMOL

Politik

Menteri Agama:

RM Margono Djojohadikusumo Desainer Ekonomi Kerakyatan Indonesia

KAMIS, 15 MEI 2025 | 12:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah ekonomi kerakyatan Indonesia. 

Hal itu disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam seminar nasional bertajuk “Perintis dan Kepeloporan RM Margono Djojohadikusumo Dalam Meletakkan Fondasi Sistem Keuangan Modern untuk Pembangunan Perekonomian Indonesia” di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, pada Kamis 15 Mei 2025. 

Menurut Nasaruddin, sosok RM Margono kerap terlupakan, padahal jejak dan karyanya masih dirasakan hingga kini oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia.


“Selain Bung Hatta dan merupakan tokoh proklamator juga seorang desainer ekonomi kerakyatan pada waktu itu, ada juga sosok yang hampir terupakan namun jejak dan karyanya sampai hari ini dinikmati seluruh komponen warga bangsa Indonesia. Sosok tersebut ialah Raden Mas Margono Djojohadikusumo yang kita kenal dengan RM Margono,” kata Nasaruddin.

Dikatakan Nasaruddin, RM Margono lahir di Purwokerto pada 16 Mei 1894 dan wafat pada 25 Juli 1978. Di usianya yang ke-84, ia meninggalkan warisan penting dalam bentuk gagasan dan lembaga ekonomi yang masih eksis hingga kini.

RM Margono juga merupakan Ketua Dewan Perwakilan Agung Sementara (DPAS) pertama yang berperan penting dalam perumusan kebijakan ekonomi pascakemerdekaan. 

Selain itu, RM Margono juga dikenal sebagai penggagas pendirian bank sirkulasi yang sesuai dengan amanat UUD 1945, yang kemudian dikenal sebagai Bank Negara Indonesia (BNI).

“RM Margono adalah mengusulkan supaya dibentuk sebuah bank sentral atau bank sirkulasi seperti yang dimaksudkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang kemudian diberikan nama Bank Negara Indonesia atau BNI,” kata Nasaruddin.

“Sebagai pendiri Bank Negara Indonesia atau BNI, ya beliau meratakan prinsip-prinsip keuangan yang berkeadilan, inklusif dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” imbuhnya. 

Nasaruddin menyatakan, visi RM Margono tentang sistem keuangan modern lahir dari kesadaran akan pentingnya ekonomi sebagai tulang punggung kemanusiaan dan pendorong utama nasionalisme bangsa. Menurutnya, hal itu selaras dengan prinsip agama. 

“Agama mengajarkan keadilan ekonomi sementara semangat kebangsaan mengajarkan bahwa kemandirian ekonomi adalah harga mati bagi negara memerdekat. Yang kedua, peran pemimpin yang visioner. Dan berani mengambil resiko untuk kepentingan jangka panjang,” kata Nasaruddin. 

Ia mencontohkan pendirian BNI yang dilakukan di tengah situasi revolusi kemerdekaan sebagai bentuk keberanian dan keteguhan hati RM Margono. Selain itu, Nasaruddin menekankan pentingnya literasi keuangan dalam masyarakat, sebagaimana diyakini oleh RM Margono.

“RM Margono Djojohadikusumo percaya bahwa ekonomi yang maju harus didukung oleh masyarakat yang melek finansial,” tuturnya. 

Lebih jauh, Nasaruddin menekankan keselarasan nilai-nilai ekonomi yang diperjuangkan RM Margono dengan ajaran agama.

“Dalam konteks agama, nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan keperluan sosial yang diperjuangkan oleh RM Marwono sejalan dengan ajaran agama-agama yang ada di Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, Nasaruddin berharap agar semangat perjuangan RM Margono terus dijadikan inspirasi dalam membangun bangsa melalui pendekatan yang bermoral dan beretika.

“Seminar ini tentu bukan hanya sebagai ajang mengenang jasa-jasa beliau tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan bagaimana kita dapat meneruskan perjuangan beliau di dalam konteks kekinian,” tutupnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya