Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

TNI Jaga Kejaksaan

Prabowo Serius Berantas Korupsi Warisan Jokowi

KAMIS, 15 MEI 2025 | 11:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan kantor-kantor Kejaksaan memunculkan berbagai spekulasi politik, termasuk dugaan adanya persaingan antar lembaga penegak hukum seperti KPK dan kepolisian. 

Bahkan, sejumlah pihak menilai langkah ini sebagai upaya Presiden Prabowo Subianto melakukan pembersihan dari "orang-orang Jokowi" yang dinilai belum tersentuh hukum.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Rocky Gerung menyatakan bahwa spekulasi mengenai persaingan di lingkar dalam kekuasaan Prabowo adalah hal yang wajar.


“Keterlibatan TNI ini untuk melindungi Kejaksaan sebagai penanda bahwa sudah dimulai satu upaya untuk membersihkan siapapun yang terkait korupsi,” ujar Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Kamis 15 Mei 2025.

Ia menegaskan, Prabowo memahami sepenuhnya dinamika di sekelilingnya dan kapan harus mengambil sikap lebih radikal demi menghentikan praktik korupsi. 

Langkah ini bukan sekadar simbolik, melainkan menunjukkan keberanian Prabowo untuk mengejar para pembela dan penerima keuntungan dari sistem lama, termasuk kebijakan warisan era Jokowi.

“Yang kita inginkan Presiden Prabowo itu mantapkan hati untuk membatas korupsi sampai ke akar-akarnya," tegas akademisi yang akrab disapa RG itu.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya fokus pada substansi apakah langkah ini membawa perubahan konkret dalam penanganan korupsi. Jika iya, maka kontroversi di balik keterlibatan TNI hanyalah riak yang akan reda seiring dengan bukti nyata di lapangan.

"Ide Prabowo membatas korupsi harusnya dilihat sebatas keinginan beliau untuk mempercepat pemberantasan korupsi itu sendiri, bukan di dalam tafsir politik yang bisa berkembang lebih liar," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya