Berita

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin (tengah)/Istimewa

Presisi

Direktur PT SHC Langsung Ditahan Usai Jadi Tersangka

KAMIS, 15 MEI 2025 | 00:58 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri telah menetapkan status tersangka terhadap SE selaku Direktur PT SHC dalam kasus impor bahan kimia berbahaya jenis sianida. Tersangka SE pun langsung dilakukan penahanan.

Ini merupakan kasus perdagangan sianida ilegal di Surabaya dan Pasuruan, Jawa Timur, dengan total barang bukti disita lebih kurang 6.000 drum atau sekitar 20 kontainer.

"Pada hari ini kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SE dan hari ini juga kita lakukan penahanan," kata Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Nunung Syaifuddin, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Mei 2025.


Pengungkapan ini, lanjut Nunung, sebagai upaya meminimalkan adanya illegal mining.

Apalagi, hanya ada dua perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah, salah satunya perusahaan BUMN, untuk melakukan impor secara legal atau sah yaitu PT PPI dan PT Sarinah.

"Kalaupun toh ada pihak lain yang mengimpor sianida dari luar negeri, dia harus digunakan untuk kepentingan sendiri yaitu perusahaan yang sudah memiliki izin dari Kementerian Perdagangan," jelas Nunung.

Diduga kuat, modus-modus yang digunakan tersangka adalah dengan memanfaatkan izin perusahaan lain ketika izin pertambangannya sudah habis. 

Namun, setibanya di Indonesia, sianida ini tidak digunakan sendiri tetapi dijual kepada pihak lain.

"Kita juga akan mengembangkan ini kepada para penerima atau supplier. Supplier-nya ini sebagian besar berada di daerah Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Utara, di Gorontalo, di Sulteng, dan daerah Kalimantan Tengah," jelasnya.

Sebelumnya, Dittipidter Bareskrim Polri mengungkap perdagangan sianida ilegal di Surabaya dan Pasuruan, Jawa Timur.

Lokasi pertama yang dijadikan tempat penyimpanan sianida berada di komplek pergudangan Jalan Margo Mulia Indah Blok H/9A, Tandes, Surabaya. Sedangkan lokasi kedua di Jalan Gudang Garam, Gempol, Kabupaten Pasuruan.

"Dari tangan tersangka, tim Bareskrim Polri menyita barang bukti 1.092 drum sianida berwarna putih, 710 drum sianida berwarna hitam dari Hebei Chengxin Co.Ltd China dan 296 drum sianida berwarna putih tanpa stiker," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, saat konferensi pers di lokasi pergudangan Margo Mulia Indah Tandes, Surabaya, Kamis, 8 Mei 2025.

Kemudian ada 250 drum sianida berwarna hitam tanpa stiker, 62 drum berwarna telur asin dari Taekwang Ind.Co.Ltd Korea PPI dilengkapi hologram, 88 drum berwarna telur asin dari Taekwang Ind.Co.Ltd Korea PPI tanpa hologram, dan 83 drum sianida dari PT. Sarinah. Di lokasi kedua ada 3.520 drum sianida merek Guangan Chengxin Chemical, yang berwarna telur asin.

Tersangka telah melakukan aksinya selama kurang lebih satu tahun, dengan total sudah mengimpor kurang lebih 494,4 ton (9.888 drum) sianida dan bila dihitung beromzet puluhan miliar rupiah.

Tersangka akan dijerat menggunakan Pasal 24 ayat (1) Jo Pasal 106 UU 7/2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar, dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a, e, dan f Jo Pasal 62 ayat (1) UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya