Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Elit PPP Diajak Guyub Jelang Muktamar

RABU, 14 MEI 2025 | 16:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seluruh elemen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diajak untuk guyub dalam menghadapi Muktamar PPP 2025 nanti. Pasalnya, belakangan ini eskalasi politik jelang Muktamar PPP mulai meningkat.  

Ajakan itu disampaikan Ketua DPP PPP Tengku Amri saat jumpa pers di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu 14 Mei 2025.

Amri mengimbau semua pihak dari kubu manapun agar menyerahkan keputusan tentang siapa yang akan menjadi Ketua Umum PPP kepada Muktamirin. 


“Kalau sudah bicara figur, itu kan subjektif, itu selera, itu kan cara pandang, persepsi, tentunya antara kita nggak akan pernah sama. Itu sangat subjektif dan itu hal yang wajar. Nah silahkan, kita silahkan kepada muktamirin mereka memilih siapa, mau kader internal, mau eksternal, ya silahkan. Tetapi menuju ke pemilihan itu, ya ciptakan rasa-rasa sejuk, jangan membuat statement-statement yang menciptakan kegaduhan,” ujar Amri. 

Menurut Amri, biarkan para kader PPP yang akan menjadi Muktamirin untuk menentukan hak pilihnya terkait siapa calon ketua umum yang dinilai layak dan cakap untuk kebaikan partai. 

“Berasalkan pemberitaan di media, ya ada yang membuat pernyataan, ya mendukung Pak Mardiono, ada yang membuat pernyataan mendukung Pak Arwani, ada yang membuat pernyataan mendukung dari eksternal, itu saya kira hal yang wajar,” tuturnya. 

Sebab, kata Amri, pernyataan terkait siapa mendukung siapa belum tentu menentukan pemenang kontestasi. 

“Karena itu hanya sebatas mewacanakan, saya kira itu biasa-biasa saja,” ujar dia.

“Tapi yang pasti, ya ayo kita ciptakan suasana yang sejuk, damai, dinamikanya ya soft, supaya muktamar itu akan melangsung secara baik dan menghasilkan keputusan yang bermutu,” demikian Amri.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya