Berita

Ketua IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarso SpA(K)/Repro

Politik

RDPU dengan Komisi IX DPR

IDAI Ajukan Permohonan Audiensi terkait Ancaman Independensi Dokter Anak

RABU, 14 MEI 2025 | 11:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu 14 Mei 2025. 

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene. 

Adapun rapat terkait permohonan audiensi dari IDAI lantaran adanya ancaman terhadap independensi profesi dokter anak.


Turut hadir dalam RDPU Ketua IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarso SpA(K), dan jajarannya. 

Sekadar informasi, Piprim adalah salah seorang staf pengajar senior di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Jakarta Pusat, yang dipindahtugaskan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkususmo (RSCM) ke Rumah Sakit Fatmawati. 

Mutasi itu dinilai sarat muatan politik. Pasalnya, selain mutasi tersebut tidak disertai alasan yang kuat dan jelas. Piprim diketahui sangat vokal mengkritisi kebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Terutama terkait kolegium yang sudah dibentuk puluhan tahun silam. 

Kolegium adalah badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk setiap cabang disiplin ilmu kesehatan yang bertugas mengampu dan meningkatkan mutu pendidikan serta standar kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia. Kolegium juga merupakan alat kelengkapan Konsil Kesehatan Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr Iqbal Mochtar dalam podcast Abraham Samad SpeakUp bertajuk “Rahasia Masalah di Dunia Kedokteran, Dr. Iqbal: Copot Menteri Kesehatan!” dikutip Selasa malam, 13 Mei 2025. 

“Jadi BGS (Budi Gunadi Sadikin) ini dia membentuk kolegium tandingan. Jadi setelah puluhan tahun ada kolegium ini tiba-tiba dia membentuk kolegium versi Kementerian Kesehatan,” ungkap Iqbal. 

Iqbal menerangkan bahwa orang-orang kolegium versi Kemenkes tersebut dipilih secara online voting. Bukan berdasarkan standarisasi dunia kesehatan sebagaimana mestinya. 

“Itu dia pilih secara voting. Jadi online voting, dia (BGS) sebarkan nama-nama ini siapa yang ini ayok pilih, itu yang dipilih dari situ, siapa yang terbanyak. Makanya kita sebut sebagai Kolegium Idol,” kata Iqbal.




Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya