Berita

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi/Ist

Politik

Uchok Sky Khadafi:

Dominasi Polisi Diperkirakan Bakal Tergeser TNI

SELASA, 13 MEI 2025 | 17:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peranan polisi yang selama pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendominasi, diperkirakan akan tergeser oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Keyakinan itu disampaikan Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, merespons penjagaan kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) oleh TNI.

Menurutnya, peranan polisi seharusnya diterapkan dalam pengamanan kantor Kejagung dan Kejari di seluruh wilayah di Indonesia, mengingat di Polri terdapat Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit).


Fenomena yang nampak tersebut, paling tidak memberikan tanda adanya pergeseran dominasi kepolisian di pemerintahan saat ini.

"Polisi tahu bahwa Presiden Prabowo juga, sudah bergeser soal keamanan dan pertahanan yang kemarin dikendalikan oleh polisi, sekarang secara pelan pelan pindah ke TNI," ujar Uchok kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL pada Selasa, 13 Mei 2025.

Di samping itu, dia juga memandang institusi kejaksaan juga sudah mulai turun kepercayaannya kepada kepolisian, lantaran kasus yang getol ditangani justru yang berkaitan dengan hal-hal bersifat politis.

"Dan para jenderal-jenderal polisi yang kerja hanya main-main politik sampai sekarang," tuturnya.

Sebagai contoh dari konklusinya tersebut, Uchok menyebutkan kejadian baru-baru ini yang terkait dengan tokoh politik, justru diusut cepat oleh polisi.

"Coba lihat mahasiswa pembuat meme ciuman Jokowi-Prabowo langsung di proses, (sepertinya) hanya ingin cari muka dan menjilat ke Presiden Prabowo," demikian Uchok menambahkan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya