Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Mulai Tertekan, Harga Bitcoin Kokoh di Atas Rp1,7 Miliar

SELASA, 13 MEI 2025 | 15:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin (BTC) masih bertahan tinggi di atas 100.000 Dolar AS.

Berdasarkan pantauan RMOL pada Selasa, 13 Mei 2025 pukul 14.30 WIB, harga Bitcoin berada di level 102.685 Dolar AS, atau sekitar Rp1,7 miliar.

Sebelumnya, pada 12 Mei, Bitcoin sempat menyentuh harga tertinggi harian (intraday) di 105.800 Dolar AS. Namun, harganya turun 3 persen menjadi 101.400 Dolar AS saat sesi perdagangan di New York. Dalam grafik jangka pendek, pergerakan BTC terlihat naik membentuk pola saluran, tapi kemudian menembus ke bawah pola tersebut yang menjadi indikasi tanda awal pelemahan.


Platform analisis data Alphractal menyebutkan bahwa tren naik (bullish) Bitcoin mulai melambat. Mereka mencatat bahwa harga Bitcoin yang mendekati level resistensi (titik tahan) di 106.000 Dolar AS meningkatkan kemungkinan aksi ambil untung oleh investor besar.

“Dari grafik yang kami tampilkan, Bitcoin sedang mendekati zona yang kami sebut ‘Harga Alfa’, di mana pemilik besar seperti investor jangka panjang atau ‘paus’ bisa mulai menjual untuk ambil untung,” kata Joao Wedson, CEO Alphractal, dikutip dari Tradingvew.

Penurunan harga ini juga bisa dipengaruhi oleh sikap hati-hati para pedagang menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat pada 13 Mei.

Sebelumnya, IHK Maret lalu turun menjadi 2,4 persen dari 2,8 persen di Februari, dan sedikit di bawah perkiraan 2,5 persen. Untuk April, IHK diperkirakan tetap di 2,4 persen, karena harga energi yang stabil dan pertumbuhan upah yang moderat, yang membuat tekanan inflasi mereda.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya