Berita

Kejaksaan/Ist

Politik

Ekspansi Militer ke Kejaksaan Tidak Memiliki Urgensi

SENIN, 12 MEI 2025 | 14:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengerahan prajurit TNI untuk untuk mengamankan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh wilayah Indonesia tidak memiliki urgensi.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
Demikian disampaikan oleh Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menanggapi pernyataan mantan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dengan Badan Intelijen Negara (BIN) Laksamana Muda (Purn) TNI Soleman B. Ponto.

Dalam sebuah artikel media online, Soleman Ponto menganggap sudah saatnya militer turun untuk melindungi Kejaksaan.

"Tidak ada urgensinya karena kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak sedang terancam," kata Haidar dalam keterangannya, Senin 12 Mei 2025.

"Tidak ada urgensinya karena kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak sedang terancam," kata Haidar dalam keterangannya, Senin 12 Mei 2025.

Menurutnya, Soleman Ponto gagal paham soal tupoksi militer dalam UUD 1945 dan UU TNI yang dijadikannya sebagai landasan hukum untuk membenarkan ekspansi militer tersebut.

TNI memang memiliki tupoksi dalam operasi militer selain perang. Di antaranya adalah mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis dan membantu Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Namun Kejaksaan tidak termasuk objek vital nasional. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban pun sifatnya juga sebagai pembantu Polri," kata Haidar.

Berdasarkan Keppres Nomor 63 Tahun 2004, objek vital nasional adalah kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.

Objek vital nasional yang bersifat strategis harus memenuhi salah satu, sebagian atau seluruh ciri-ciri. Mulai dari menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari; ancaman dan gangguannya mengakibatkan bencana kemanusiaan dan pembangunan; mengakibatkan kekacauan komunikasi dan transportasi secara nasional; serta mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan pemerintahan negara.

"Yang paling berhak mengerahkan kekuatan pengamanan objek vital nasional adalah Polri melalui Ditpamovit. Kecuali yang berada di lingkungan TNI. Tapi kembali lagi bahwa kejaksaan bukan objek vital nasional dan tidak masuk dalam lingkup TNI," kata Haidar.

Hanya karena negara lain seperti Italia pernah mengerahkan militernya untuk mengamankan penegak hukum padal awal tahun 1990-an, bukan berarti Indonesia serta-merta bisa menerapkan hal serupa.

Apa yang terjadi di Italia puluhan tahun silam sangat berbeda dengan kondisi Indonesia saat ini. Italia menghadapi mafia Cosa Nostra, gabungan dari kelompok-kelompok mafia yang berbeda. Kasusnya menyeret 475 orang dari anggota mafia, politikus, pengusaha dan pemerintah serta mengakibatkan terbunuhnya jaksa dan hakim.

"Penyelenggaran pemerintahan negara Indonesia tunduk pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bukan tunduk dan patuh apalagi meng-copy negara lain. Lagi pula selama ini Kejaksaan juga menangani kasus-kasus besar dan Kejaksaan aman-aman saja. Jadi, ekspansi militer tidak memiliki urgensi," pungkas Haidar.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya