Berita

Kolase logo BAIS dan BIN/RMOL

Politik

Penggabungan BAIS-BIN akan Perkokoh Pertahanan dan Keamanan Negara

MINGGU, 11 MEI 2025 | 14:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Intelijen Indonesia diyakini akan semakin kuat apabila Badan Intelijen Strategis (BAIS) digabung dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Penggabungan itu juga diyakini dapat memperkokoh pertahanan dan keamanan negara.

Hal itu disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam merespons wacana penggabungan BAIS dengan BIN.

"Saya kira cocok dan baik jika BIN dan BAIS digabung. Selain menambah efisiensi anggaran negara, juga semakin memperkokoh pertahanan dan keamanan negara dari sisi intelijen," kata Saiful kepada RMOL, Minggu 11 Mei 2025.


Menurut Saiful, dengan menyatukan BAIS dan BIN, berarti negara serius dalam menggarap penguatan intelijen negara yang tentu akan sangat menguntungkan Indonesia.

"Apabila intelijen kuat, maka akan dapat mengurai segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal," kata Saiful.

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, jika tetap terpisah, maka akan dimungkinkan terjadi tumpang tindih antara kewenangan BIN dan BAIS, maka digabungkan merupakan langkah yang tepat demi masa depan bangsa.

"BIN yang selama ini telah kuat akan semakin bertambah kuat dengan bergabungnya BAIS di dalamnya," pungkas Saiful.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya